Jember, Beritasatu.com – Sistem penyediaan air bersih di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, masih belum tuntas dilanda bencana lagi. Baru-baru ini terjadi banjir di lereng Raungfjall Jember.

Read More : BAC 2025: Jafar/Felisha Layak Bersaing di Level Elite Dunia

Banyak rumah di bantaran Sungai Gileh yang hancur diterjang banjir dan membuat warga ketakutan.

Lumpur kental bercampur pepohonan di lereng Raungfjall tersapu arus deras sehingga menimbulkan kepanikan warga yang bergegas mencari perlindungan akibat banjir Jermber.

Sejauh ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban tewas atau jumlah rumah yang terkena dampak banjir di Sungai Gileh.

Namun, bagian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember segera diorganisir.

Read More : Menhub: 55 Persen Pemudik Sudah Kembali Saat Arus Balik Lebaran 2025

โ€œKita mau langsung ke pokok permasalahan, walaupun informasi baunya ada, tapi ada juga di sini,โ€ kata Adit, salah satu anggota TRC BPBD Jember di lokasi peluncuran museum di Desa Wonoasri.

Adit menambahkan, curah hujan yang tinggi selama dua hari terakhir menjadi penyebab utama rusaknya sungai di Jember.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *