Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga memiliki orang tua yang berprofesi sebagai pendidik. Pengumuman itu disampaikannya di hadapan ribuan guru yang hadir pada peringatan Hari Guru Nasional 2024 yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta pada Kamis sore (28/11/2024).
Read More : Tabrak Bus Pariwisata di Parangtritis Bantul, Pemotor Tewas
Prabowo mengungkapkan, ayahnya, Soemitro Jojohadikemo, adalah seorang profesor ekonomi di Universitas Indonesia pada tahun 1950-an, selain dikenal sebagai ekonom terkemuka.
Diakuinya pula, profesi orang tuanya sebagai pendidik mempengaruhi pandangannya terhadap peran seorang guru.
“Saya merasakan adanya keterkaitan internal dengan kalian semua karena orang tua saya juga guru. Mungkin karena orang tua saya guru, mereka mencuci otak saya agar percaya bahwa guru adalah pionir dan pahlawan pembangunan nasional yang sesungguhnya,” kata Prabowo. dengan kata-katanya sendiri.
Prabowo juga mengenang Ki Hajar Devantara dan tokoh-tokoh lain yang menanamkan nilai pengabdian kepada masyarakat Indonesia.
“Kita menghormati para pahlawan seperti Soekarno, Hatta, dan Syahrir. Namun sebelum mereka ada Ki Hajar Devantara dan para kiai besarnya yang menanamkan nilai-nilai pengabdian untuk menjaga kebenaran, kehormatan, dan kedaulatan negara,” ujarnya.
Read More : Ford Recall Ribuan Unit Mustang 2024 karena Suspensi Belakang Bermasalah
“Kita tahu, perang kemerdekaan kita dilakukan oleh pejuang bersenjata. Tapi kita juga ingat bahwa panglima TUI yang pertama adalah seorang guru, banyak pejuang yang menjadi guru, profesor, dan doktor,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas pengabdiannya terhadap anak bangsa. Ia pun bangga terlahir sebagai anak seorang pendidik.
“Saya merasa terhormat atas undangan ini dan saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para guru di Indonesia.” Prabovo menyelesaikan pidatonya.