Manado, Beritasatu.com – Balai Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Gunung Api Sulawesi dan Maluku tentang kemungkinan terjadinya tsunami pasca erupsi Gunung Rawang, Kecamatan Tagulendang, Kabupaten Kepulauan Sitaru, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (30/4/2024) diperingatkan .
Read More : Puluhan Lapak Kios Pasar di Ngawi Ludes Terbakar
Gunung Ruang diketahui meletus pada Selasa (30/4/2024) pukul 01.15 WITA dan 08.45 WITA dengan ketinggian kolom letusan mencapai 2000-5000 meter. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali meningkatkan status atmosfer vulkanik menjadi level IV (lihat).
Yuliana Romambi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Sulawesi dan Maluku, mengumumkan kemungkinan terjadinya tsunami akibat letusan Gunung Rawang.
โSaat ini kita sedang menetapkan potensi tsunami, yang pada Minggu 21 April 2024 kita batalkan, kemudian dijadwal ulang karena kembalinya letusan tadi malam,โ kata Yuliana.
Ia meminta warga wilayah Tagulendang untuk waspada jika Gunung Rawang kembali meletus.
Ia menyatakan: Jika sejumlah besar material yang dibuang dari Gunung Ravang masuk ke laut, maka akan menaikkan permukaan air ke permukaan laut.
Read More : IHSG Dibuka Menguat Seusai Prabowo Dilantik
Yuliana melanjutkan, jika tubuh Gunung Ruwang runtuh bisa menimbulkan tsunami.
Pada akhirnya beliau berkata: โPerlu anda ketahui bahwa Gunung Ruwang sendiri pernah mengalami sejarah tsunami sekitar tahun 1800.