Jakarta, Beritatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mengungkapkan bahwa ia berkomunikasi dengan energi dunia dan banyak menteri ekonomi yang terkait dengan harga minyak di seluruh dunia karena konflik Iran -israel.

Read More : Renville Antonio Meninggal, Begini Spek dan Harga Harley Street Glide

Pernyataan yang disebutkan dibuat oleh Bahlil ketika menjawab pertanyaan tentang menurunkan harga minyak dunia, setelah Amerika Serikat (AS) setuju untuk berhenti menembak.

Harga minyak, yang sebelumnya hampir $ 80 pada laras menurun menjadi sekitar $ 68 pada laras.

“Hipotesis di negara bagian kita adalah $ 82 per barel. Dalam beberapa bulan terakhir, harganya tidak pernah mencapai $ 75.” Bahlil mengatakan di Forum Geografis Politik ke -9 di Hotel Borobudur Jakarta Tengah.

Dia menjelaskan bahwa kondisi ini benar dalam hal pajak. Namun, jika harga naik lebih dari 82 dolar AS di Baril lagi, pemerintah harus menghitung anggaran baru.

“Anggaran negara bagiannya bagus. Tetapi jika lebih dari $ 82 pada laras, tentu saja, ada perhitungan baru,” tambahnya.

Bahlil juga menceritakan pengalamannya ketika sebuah wawancara dengan stasiun televisi tentang kemungkinan harga minyak yang melebihi hipotesis APBN. Pada saat itu dia menjawab dengan cara yang realistis dan memiliki semangat

Read More : Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 11,56 Juta hingga Oktober 2024, Naik 20,45 Persen dari Tahun Lalu

“Saya berkata ya, kami berdoa dan kami menjamin diri sendiri karena dua hal yang dapat membantu kami dalam kondisi ini, kami tidak dapat sepenuhnya berharap dari negara lain,” katanya.

Dia menekankan bahwa masing -masing negara sekarang berfokus pada minat mereka. Oleh karena itu, Bahlil berharap bahwa konflik akan segera dikurangi untuk keamanan harga energi dunia.

“Kami hanya berdoa agar perang ini akan segera selesai, sehingga harga minyak bisa stabil lagi,” pungkasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *