Dili, Beritasatu.com – Paus Fransiskus mengangkat isu sensitif saat berkunjung ke Timor-Leste, Senin (9/9/2024). Dia menyerukan tindakan untuk mencegah pelecehan terhadap anak-anak dan remaja di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.
Read More : Kabar Duka! Penyanyi Dina Mariana Meninggal Dunia
Paus Fransiskus (87 tahun) dijadwalkan memimpin misa pada Selasa (10/9/2024) yang diperkirakan dihadiri separuh penduduk Timor-Leste. Pada Senin malam, saat berbicara di depan beberapa pejabat pemerintah, ia menyampaikan langsung masalah paling sensitif dalam perjalanannya.
โJangan lupakan banyak anak-anak dan remaja yang martabatnya dilanggar. Fenomena ini terlihat di seluruh dunia,โ ujarnya di ibu kota negara, Delhi.
โKita semua dipanggil untuk melakukan segala kemungkinan untuk mencegah segala bentuk pelecehan dan memastikan masa kanak-kanak yang sehat dan damai bagi semua generasi muda,โ tambah Paus.
Dia tidak mengidentifikasi kasus-kasus tertentu atau menerima tanggung jawab apa pun terhadap Vatikan.
Kelompok advokasi telah meminta Paus Fransiskus untuk membahas masalah ini di negara termuda di Asia. Paus sebelumnya telah bertemu dengan para korban pelecehan dalam perjalanannya ke Irlandia dan Portugal, namun kali ini jadwal resminya tidak mencakup insiden semacam itu.
Read More : Wall Street Sedikit Turun dari Rekor Tertingginya
Kasus-kasus yang baru-baru ini terjadi di Timor-Leste termasuk pemenang Hadiah Nobel, Uskup Carlos Ximenes Bello, yang diam-diam dihukum oleh Vatikan karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur selama beberapa dekade.
Vatikan mengumumkan larangan terhadap Bello pada tahun 2022 setelah terungkap bahwa pergerakan dan interaksinya dibatasi menyusul tuduhan bahwa ia melakukan pelecehan terhadap anak laki-laki di Timor-Leste hingga pensiun dua dekade lalu.
Dalam kasus lain di negara tersebut, mantan pendeta Amerika Richard Diesbach dinyatakan bersalah pada tahun 2021 karena menganiaya seorang gadis yatim piatu dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.