Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia berpenduduk lebih dari 275 juta jiwa menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu sektor utama negara.
Read More : Beri Pendampingan, Menteri PPPA Sebut Siswa yang Dihukum Duduk di Lantai Dapat Beasiswa
Menyoroti hal tersebut, B-Universe menggelar Investor Conference bertajuk “Health Innovation Driving the Pharmaceutical Industry” di Kawasan PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (7/8/2024). FGD).
FGD ini merupakan kelanjutan dari Investor Daily Round Table yang dilaksanakan Selasa (6/8/2024) lalu yang mengundang Menteri Kesehatan Badi Gunadi Sadeghi.
Berbagai pelaku industri kesehatan hadir dalam FGD tersebut, seperti Plt Kepala BPOM Rizka Andalus, Ketua Umum PP IAI Nofrandri Rostam, Peneliti Chirina Hanam Seriger LPEM UI dan Bidang Pengembangan Bisnis dan Keilmuan Dexa Group.
Masing-masing narasumber berbagi pemikirannya mengenai inovasi kesehatan yang dibutuhkan Indonesia. Paparan terhadap pelaku industri kesehatan dengan fokus berbeda memperkaya pembicaraan.
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembicara yang telah berbagi pengalaman dan gagasannya untuk pengembangan sektor kesehatan Indonesia. Enggartiasto juga mengucapkan terima kasih kepada BPOM atas gagasan yang dihasilkan dalam pertemuan hari ini.
“Kami berdiskusi lebih detail untuk mendapatkan informasi dan sudut pandang, terutama untuk menyoroti industri farmasi. Penjelasan Ibu Rizka sangat luas. Kami juga mendengar dari para pelaku industri. Jadi menurut saya diskusinya sangat bagus dan mendapat respon yang baik,” ungkapnya. Enggartiasto. Dari FGD
Read More : Wamendagri Soroti Pengangkatan PPPK yang Belum sesuai Aturan
Hasil pertemuan tersebut banyak yang merupakan keinginan bersama untuk mendorong peningkatan standar bahan dalam negeri (TKDN) industri farmasi dan obat. Tak hanya itu, pertemuan hari ini mempertemukan para pelaku sektor kesehatan dan sektor keuangan untuk menyelesaikan permasalahan yang menghambat pembangunan sektor kesehatan. sektor.
“Kebutuhan dan kebutuhan itu yang kita penuhi. Pendanaan mereka yang jadi masalah, sekarang kita sampaikan ke perbankan, siapa yang butuh bank itu, banknya yang perlu ditentukan, pengurus dan direksi yang dapat,” imbuh Engartiasto. .
Sekadar informasi, FGD hari ini membahas berbagai isu dan inovasi di bidang kesehatan, seperti biaya pengobatan di Indonesia, terapi sel induk dan kearifan nasional di bidang farmasi. .