Jakarta, Beritasatu.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendukung pelestarian dan pengembangan aset dan budaya bangsa. PNM juga mendukung program konservasi dan pengembangan jamu yang berakar pada tanaman obat asli. Belum lama ini, PNM juga melakukan penelitian banding dan pelatihan pengolahan jamu melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Read More : Donald Trump Tandatangani Perintah Eksekutif untuk Membatasi Hak Transgender di AS
Ketua PNM Arief Mulyadi mengatakan tanaman obat yang merupakan aset nasional harus dilestarikan, dimanfaatkan, dan dikembangkan. Menurutnya, hal tersebut dapat dicapai dengan mengkomunikasikan perkembangan jamu dari sisi sosial ekonomi, sehingga mendorong pemahaman dan promosi jamu sebagai produk modern. Hal ini membuat PNM bersama Kementerian BUMN menjadi tuan rumah Herb Euphoria Fest, sebuah kompetisi racikan jamu modern. Harapannya, kompetisi ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme yang kuat terhadap eksplorasi, pemanfaatan, dan pengembangan obat herbal berbasis inovasi teknologi masa depan.
“Tanah air kita sangat kaya, telah ditemukan 24.927 jenis tanaman lokal dan 13.665 jenis tanaman obat tradisional yang berkhasiat obat di 26 wilayah di luar Pulau Jawa. Jelas ini mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk pengembangan sosial ekonomi,” jelas Arief.
Acara ini akan diadakan di Sarina, Jakarta pada tanggal 22 Juni 2024 dan Living World Mall Bali pada tanggal 29 Juni 2024. Persyaratan peserta adalah berusia 17-45 tahun, siapapun boleh mengikuti dan harus memiliki pengetahuan dasar tentang jamu tradisional dan racikan nomor satu. Hadiah uangnya Rp 5 juta, juara 2 Rp 3 juta, dan juara 3 Rp 2 juta. Mereka yang berpartisipasi di Jakarta tidak dapat mengikuti kompetisi Bali.
Arief juga mengajak masyarakat untuk bangga dengan kehadiran jamu sebagai aset budaya di Indonesia.
Read More : Akhir Pekan, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Lagi
“Mari kita jadikan jamu sebagai tuan rumah yang baik di negara kita dan menjadi tamu yang baik di negara lain,” tutupnya.