JAKAKARTA, BERITASATU.COM – Cindy Namba menjamin bahwa pengungsi Olimpiade Konvensi Paris menerima medali setelah memenangkan final tinju pada hari Minggu (08/08/2024).
Read More : Pendaki yang Hilang di Gunung Rinjani setelah Terjatuh ke Jurang Ditemukan Meninggal
Namba, lahir di Kamerun dan mencari suaka di Inggris pada usia 11, mengalahkan Davin Michel dari Prancis dengan kemenangan mutlak, mencapai 75kg wanita terbaik keempat dan menyediakan setidaknya medali perunggu.
“Ini benar -benar berarti bahwa bagi saya ada anggota tim pengungsi pertama, yang memenangkan medali,” kata seorang petinju 25 tahun, yang juga pemegang Olimpiade Olimpiade.
“Saya hanya orang biasa, seperti pengungsi lainnya,” tambah Namba, yang merupakan lesbian dan status ilegal di negaranya.
Kontingen pengungsi pertama kali berkompetisi di Olimpiade Rio 2016 dan ditujukan untuk orang -orang yang terpaksa melarikan diri di seluruh dunia.
Ada 37 atlet yang merupakan anggota kontingen ini di Olimpiade Paris. Ngamba memenuhi syarat dengan tinju dan sekarang memiliki tiket ke semifinal.
Read More : Profil Abdul Kadir Karding, Politisi PKB yang Hadiri Pertemuan di Kediaman Prabowo
“Saya ingin memberi tahu semua pengungsi di seluruh dunia, dan atlet dan bukan bahwa Anda harus terus bekerja keras. Terus percaya pada diri sendiri, “katanya sebagai AFP.
“Kami berharap bahwa di pertandingan berikutnya saya dapat mencapai tugas ini. Saya tidak hanya berharap untuk menyelesaikannya, “tambahnya.