Washington, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin telah memerintahkan pengiriman aset militer baru ke Timur Tengah.
Read More : Inter vs Barcelona: Drama 7 Gol, Nerazzurri ke Final Liga Champions
“Departemen Pertahanan telah meninjau pengerahan tambahan kapal perusak pertahanan rudal balistik, skuadron jet tempur, pesawat tanker, dan beberapa pesawat B-52 Angkatan Udara AS jarak jauh,” jelas juru bicara Pentagon Pat Ryder, dalam keterangannya dilansir Antara, Sabtu. . (2/11/2024).
Ryder mengatakan, tindakan ini diambil untuk memastikan komitmen pemerintah dalam melindungi rakyat dan militer AS di Timur Tengah. Selain itu, mendukung pertahanan Israel dan mengurangi ketegangan melalui pertahanan dan diplomasi.
“Pasukan tambahan diperkirakan akan tiba dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan kepergian kelompok penyerang USS Abraham Lincoln,” kata pernyataan itu.
Pernyataan ini dikeluarkan di tengah laporan bahwa Iran bersiap menyerang Israel dari Irak dalam beberapa hari mendatang. Serangan itu mungkin terjadi sebelum pemilihan presiden AS pada 5 November.
Read More : Fosil Dinosaurus Ditemukan di Hong Kong, Ilmuwan Belum Temukan Spesiesnya
“Langkah ini didasarkan pada keputusan baru untuk mengerahkan sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Israel dan memperkuat kesiapan Amphibious Marine Expeditionary Group (ARG/MEU) di Timur Tengah,” kata Ryder.