Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah AS akan menaikkan tarif kendaraan listrik dan produk energi lain yang menimbulkan polusi dari China pada minggu depan. Harga mobil listrik di Tiongkok akan naik empat kali lipat.
Read More : Resorts World One, Satu-satunya Kapal Pesiar yang Suguhkan Makanan Bersertifikat Halal
Mengutip NBC News, Sabtu (11/5/2024), pajak kendaraan listrik China akan naik dari 25% menjadi hampir 100%. Peningkatan ini juga akan berdampak pada baterai dan panel surya asal China. Inilah dua bidang yang telah berinvestasi pada pemerintahan Joe Biden di Amerika Serikat.
Pejabat pemerintah berencana untuk membuat pengumuman pada hari Selasa, meskipun waktunya dapat berubah. Namun Gedung Putih menolak mengatakan apa pun. Usulan kenaikan suku bunga pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Menteri Keuangan Janet Yellen akan menghadiri pertemuan para menteri keuangan G7 di Italia bulan ini, dan Amerika Serikat berharap dapat mengoordinasikan tindakan serupa dari negara-negara lain untuk menunjukkan solidaritas dengan Tiongkok.
Dalam sebuah wawancara dengan Yellen, Yellen ditanya apakah AS telah kalah bersaing dengan Tiongkok dalam hal kendaraan listrik dan baterai.
Dia berkata, “Kami berpendapat persaingannya tidak seimbang, dan menurut kami Tiongkok mendukung investasi di industri yang penting bagi pembangunan.”
Bulan lalu, Biden menyerukan kenaikan ketiga tarif baja dan aluminium Tiongkok. Ia mengatakan, Tiongkok banyak menghasilkan produk yang tidak bisa diekspor ke Amerika, sehingga harganya turun dan merugikan perekonomian Amerika.
Read More : Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, 1 Masih Hilang
Oleh karena itu, produk Amerika yang berkualitas harus bersaing dengan alternatif yang lebih murah, kata Biden.
Dia mengatakan pemerintah Tiongkok telah memberikan dana pemerintah kepada perusahaan baja lokal untuk mendorong mereka memproduksi baja.
โDia tidak berkompetisi, dia berbohong dan kita telah melihat kerusakan yang dia timbulkan terhadap Amerika,โ kata Biden.