BALIKPAPAN, BERITASATU.COM – Kembalinya Lebaran pada tahun 2025 terjadi di pelabuhan persimpangan Karika di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam H+3 Lebaran (3 April 2025), jumlah kendaraan meningkat sebesar 400%, dengan lebih dari 10.000 kendaraan pengemasan pelabuhan, yang melewati Penajam Paser Utara (PPU) dan Sulawesi.
Read More : Fasilitas Eksklusif Konser Seventeen di Jakarta yang Bikin Carat Makin Terkesan
Pelacakan lapangan menunjukkan antrian panjang kendaraan di pintu masuk ke pelabuhan Kariangau, terutama empat roda. Alasan utama untuk antrian adalah bahwa membeli tiket feri harus dibuat sebelum memasuki zona transit.
Untuk mengatasi kepadatan, pejabat pos Lebaran telah dikerahkan untuk mengatur antrian kendaraan untuk menghindari tindakan satu sama lain.
Menurut pemimpin Carlos, Satpel pelabuhan Karianangau mengelola Carlos, kemajuan terbesar terjadi di jalur Balikpapan Penajam Pater Utara, yang naik menjadi 400%. Sementara itu, penyeberangan tulang punggung meningkat hanya 10%.
“Jika kita melihat perbandingan tahun lalu dan 1 April tahun ini, kendaraan naik menjadi 10.000 pada 2 April,” kata Carlos kepada Beritasatu.com pada hari Kamis (3/4/2025). “20 kapal berjalan dalam waktu 24 jam untuk mengungkap kepadatan
Untuk mengatasi pendakian kembalinya Lebaran, 20 feri dioperasikan penuh dalam waktu 24 jam: 1. 18 Kapal melayani rute Penajam PPU 2. Kedua kapal tersebut melayani rute Balikapan-Sollawesi. Enam cadangan kapal siap mengganti kapal yang terganggu.
Read More : KA Kertanegara Anjlok Seusai Tabrak Truk Muatan Pupuk di Kediri
Carlos menambahkan: “Dari kursus 18 kapal yang melayani Penajam, 12 kapal secara aktif beroperasi 24 jam, dan enam kapal sebagai cadangan jika ada gangguan pada mesin.”
Kemajuan Lebaran kembali ke tahun 2025 diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Operator port dan feri menambahkan armada dan antrian untuk memastikan crossover yang lancar.
Untuk pengguna layanan feri, disarankan untuk datang lebih awal untuk menghindari antrian panjang, menyiapkan tiket terlebih dahulu sehingga mereka dapat mengendarai dan memantau informasi terbaru tentang port yang terkait dengan lebaran backflow 2025.