Moskow, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Amerika Nikol Pashinyan pada Sabtu (20/04/2024) menyatakan setuju dengan pengembalian beberapa desa di bagian utara Tavush kepada pemerintah Azerbaijan.

Read More : Pemkot Cirebon Gencarkan Razia Jam Malam, Remaja Mabuk Diamankan

Dalam keterangan di situs pemerintah, Pashinyan mengatakan Azerbaijan memiliki 2,5 desa karena wilayah desa Gyzylgajili, serta sebagian besar wilayah desa Ashagi Askipara, berada di bawah kekuasaan mereka.

“Dalam proses ini, Republik Armenia setuju untuk mengurangi masalah perbatasan dan keamanan perbatasan,” demikian pernyataan Pashinyan, dikutip Antara.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan komisi Armenia-Azerbaijan pada Kamis (19 April 2024) yang membahas keputusan garis perbatasan.

“Saya tidak ingin kita membesar-besarkan apa yang terjadi, tapi saya tidak ingin kita mengabaikannya. Sangat penting untuk mengatakan bahwa Armenia dan Azerbaijan menyelesaikan masalah ini untuk pertama kalinya,” kata Pashinyan.

Setelah perbatasan ditentukan, tentara Armenia dan Azerbaijan serta penjaga perbatasan Rusia akan ditarik dari empat desa tersebut dan digantikan oleh pasukan perbatasan.

Read More : Dasco Sebut Ada Beberapa Menteri yang Tak Seirama dengan Presiden Prabowo

Hubungan antara Baku dan Yerevan tegang sejak tahun 1991, ketika tentara Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah lainnya.

Sebagian besar negara itu dibebaskan oleh Azerbaijan selama perang 44 hari pada musim gugur 2020, yang berakhir setelah perjanjian damai dengan intervensi Rusia.

September lalu, Azerbaijan menguasai penuh Karabakh setelah melakukan “operasi anti-teroris” yang berujung pada munculnya kekuatan separatis di wilayah tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *