JAKARTA, Beritasatu.com – Rapat penuh Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) memilih Erdima Ramaputra sebagai Penjabat atau Pj Ketua Umum menyusul kekosongan kepemimpinan mendiang Danny Kusashi. Federasi Bola Basket Nasional menggelar sidang paripurna pada Senin (9/9/2024) di kantor Prabasi Lantai 8 GBK Arena, Senyan, Jakarta Pusat.
Read More : Pemain Timnas China Tertekan dan Khawatir Jelang Lawan Indonesia
Sidang pleno tersebut dihadiri oleh 36 peserta dari total 58 penyelenggara, termasuk lima Wakil Ketua Umum (Korban).
Wakil Ketua Organisasi Ronnie Yens, Korban 3X3 dan Mini Basketball Jaman Mittouran, Korban Lomba Ratna Aryakrishnan, Korban Sumber Daya Manusia Ardima Ramaputra, dan Korban Bidang Pemasaran dan Komunikasi Eddy Danusaputru.
Dia berpartisipasi dalam pertemuan online dan offline. Kehadiran kelima vacatum ini penting karena merupakan vacatum yang dikirimkan oleh AD/ART sebagai pengganti Ketua Umum apabila berhalangan tetap.
Rapat Paripurna memutuskan Ardima Ramaputra sebagai Pj Ketua PP Prabasi sampai dengan dilaksanakannya Musyawarah Nasional atau Musyawarah Nasional pada tanggal 28-30 Oktober 2024. Hasil rapat paripurna ini akan dilaporkan kepada Dewan Pusat dan diberitahukan kepada para anggota dalam Kawasan PP Prabasi,” kata Sekjen PP Prabasi Nirmala Devi selaku ketua rapat paripurna.
Sidang penuh ditunda selama 30 menit untuk penunjukan Pj Presiden karena kelima orang yang dikosongkan tersebut membutuhkan waktu untuk menunaikan salat Maghrib.
Diskusi diperlukan untuk menyatukan visi seluruh korban untuk memajukan bola basket Indonesia. Dari hasil diskusi dan koordinasi, para anggota Vikatam sepakat menunjuk Ardima Ramaputra untuk mengemban tongkat estafet yang ditinggalkan mendiang Danny Kosashya atau akrab disapa Susak.
Read More : Aksi Kocak Pembalap Moto2 Filip Salac Pinjam Motor Penjual Es Krim di Lombok
Penunjukan vacatum tersebut kemudian disetujui oleh para peserta rapat pleno dan kemudian disahkan sebagai keputusan rapat serta dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh penyelenggara.
“Selagi saya masih berduka, saya akan menjalankan amanah saya dengan kemampuan terbaik saya.” Tugas berat menuju Munas adalah melanjutkan segala kerja keras yang telah dilakukan Susic untuk membangun kesuksesan dan industri bola basket nasional,” jelas Dima.
Dengan diangkatnya Ardima Ramaputra sebagai Pj Presiden, maka jabatan Presiden Panitia Pelaksana diputuskan diisi oleh Ratna Aryakrishnan. Sementara susunan subkomitenya tidak mengalami perubahan.