Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah Saudi menghargai kebijakan Presiden Parabovo, yang didirikan oleh organisasi haji sebagai lembaga tingkat kementerian untuk manajemen haji.
Read More : 18 Perwira Tinggi TNI AD Resmi Naik Pangkat, Termasuk Letjen Mohammad Fadjar
Ini ditemukan ketika Kementerian Saudi Saudi dan Umra mengundang kepala Airfan Haji Indonesia Youssef untuk membahas dimulainya Haji pada tahun 2026.
“Kerajaan Arab Saudi mengetahui dan menghargai perubahan kebijakan Presiden Parabovo, yang berarti bahwa Haji 2026 tidak lagi atas nama Kementerian Agama, tetapi itu adalah haji sebagai organisasi kementerian yang diselenggarakan oleh Presiden Prabovo.”
Daniel menambahkan bahwa pemerintah Saudi sangat menghargai perubahan kebijakan, karena ini bertepatan dengan harapan pemerintah Saudi tentang kedaulatan dan pengelolaan peziarah Indonesia.
“Karena pemerintah Saudi benar -benar berharap bahwa akan ada agen khusus dalam kementerian, yang hanya akan mengurus para peziarah dan Umri, karena jumlah peziarah Indonesia sangat sulit, itu adalah kesulitan besar, jadi harus ada badan yang secara khusus berlaku untuk Hodg dan Amra,” katanya.
Read More : Logika Keliru Selesaikan Kasus Kekerasan Seksual dengan Pernikahan
Sebagai bentuk terima kasih yang nyata, pemerintah Saudi kini telah menghapuskan 50 % dari wacana ziarah Indonesia.
Daniel menyimpulkan: โRencananya diabaikan untuk menghargai dan menghormati perubahan Presiden Prabun.