Jakarta, Beritaatu.com – Upaya Nasruddin Umar untuk Arab Saudi sudah berakhir. Pemerintah Arab Saudi telah menyetujui penyelidikan dan informasi kuota lainnya, serta sistem E-HAJJ.
Read More : Airlangga: Sikap The Fed Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi Sinyal Bagus untuk Perekonomian
“Alhamdulillah, permintaan kami dibuat oleh pemerintah Saudi. Menuju situs web J Sunday, Minggu (4/1825).
Misionaris agama baru -baru ini berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi atas kuota tambahan. Awalnya, Indonesia hanya menyumbang 1% dari total komunike, atau 221.000 orang, atau 220 pejabat. Pemerintah Saudi telah meningkatkan pejabat perjamuan sebesar 1%, jadi jumlahnya adalah 4.420.
“Kami mengalokasikan lebih dari 1% dari 1% tambahan atau kami akan mengoptimalkan staf tambahan ini untuk melayani para peziarah,” kata Menteri Agama.
Menteri Agama dan Agama Rel sangat penting dalam membantu pejabat ziarah Indonesia, terutama selama pemalsuan di tempat perlindungan. Selain memperkuat layanan, ketersediaan pejabat di Indonesia juga akan membantu mengurangi kontak antara peziarah dan pembatasan budaya.
Read More : Pegadaian Bersama Kementerian BUMN Kembali Buka Relawan Bakti BUMN Batch V
Hernmi, CEO Haji dan Umrah, menambahkan bahwa kuota tambahan untuk para pejabat akan segera berdoa, mengkonsumsi, transportasi, dan layanan lainnya segera.
Menurut Hillim, staf pemeliharaan untuk J (PPIH) Korea Utara akan diadakan dalam 14-205. Mereka ditangani untuk Bihuth bahkan setelah kuota tambahan. Peziarah Indonesia akan mulai memasuki kuil kuil 2025.