Kairo, Beritasatu.com- Arab Saudi telah memperingatkan konsekuensi berbahaya dari peningkatan kehadiran militer Israel di Lebanon. Oleh karena itu, negara-negara Arab menyerukan gencatan senjata.
Read More : Mensesneg Akui Belum Dapat Bocoran Kabinet Prabowo
Berbicara pada sesi ke-79 Majelis Umum PBB di New York pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mendesak Lebanon untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sekalipun Israel melanggar aturan internasional, kurangnya akuntabilitas dan hukuman mendorong ekspansi lebih lanjut, ujarnya di Antara, Senin (30/9/2024).
Bin Farhan memperingatkan bahwa peningkatan jumlah tentara tidak akan menciptakan stabilitas keamanan bagi kedua belah pihak. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan konsekuensi yang berbahaya dan mengancam stabilitas kawasan.
Dia menambahkan bahwa Arab Saudi telah bergabung dengan upaya internasional untuk menyerukan gencatan senjata di Lebanon dan mencari solusi diplomatik yang langgeng.
Amerika Serikat, Uni Eropa dan banyak negara juga menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah Lebanon.
Read More : Donald Trump Kecam Joe Biden yang Beri Pengampunan Hukum pada Anaknya
Tentara Israel telah menyerang Lebanon sejak 23 September, menewaskan 816 orang dan melukai 2.500 orang.
Hizbullah dan Israel telah berselisih sejak awal perang Israel di Jalur Gaza, ketika serangan Hamas pada 7 Oktober menyebabkan 41.600 orang tewas.