Boyolali, Beritasatu.com – Aqua bermitra dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Perdesaan (LPTP) untuk mengembangbiakkan spesies anggrek Merapi, termasuk spesies langka Vanda tricolor. Lembaga Pengembangan Teknologi Perdesaan (LPTP); dan bekerja sama dengan Pokja Pemuda Dukuh Gumuk di Boyolali.
Read More : Nenek Korban Ungkap Oknum Polisi di Surabaya Minta Laporan Pencabulan Dicabut
Langkah tersebut untuk melakukan konservasi sumber daya air (SDA) di Daerah Aliran Sungai Pusur (DAS) melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir.
“Kami berupaya menyelamatkan anggrek yang berada di ambang kepunahan akibat erupsi Merapi,” kata Dukuh Gumuk, pengurus Jaringan Budaya Anggrek Jaman. Boyolali, Jawa Tengah, ujarnya kepada wartawan saat berkunjung, Rabu (24/7/2024). .
Jaman menjelaskan, rumah kaca Anggerik Endemik Merapi memiliki 35 jenis anggrek yang diambil dari tukik pasca erupsi Merapi pada tahun 2010. Anggrek yang diselamatkan dari letusan ini masih berkembang biak, termasuk anggrek Vanda tiga warna, spesies langka yang berasal dari gunung. Mirapi. “Perkembangan secara alami biasanya dilakukan dari serangga, namun dikembangkan melalui kultur jaringan,” ujarnya.
Read More : Polda Metro Jaya Siapkan Personel untuk Bongkar Pagar Laut di Teluk Jakarta
Konservasi anggrek dilakukan dengan merawatnya di rumah kaca selama 2 tahun. Setelah penemuan Dikembalikan ke Taman Nasional Gunung Merapi.