Jakarta, BERITASATU.COM -L Studi Apple telah menyebabkan diskusi atau model kecerdasan buatan (AI), seperti obrolan GPT, memang kecerdasan, atau sekadar menyalin yang memenuhi syarat.
Read More : Retret Kepala Daerah Gelombang 2 Segera Digelar, Lokasinya di Mana?
Dipimpin Oleh Iman Mirzadeh, Tim Peneliti Apple Mengsklorasi Sejauh Mana Kemampuan System INI. Peneliti Apple memperkenalkan pedoman baru yang disebut simbol GSM untuk memverifikasi tingkat model bahasa yang hebat atau model bahasa utama (LLM) dapat menyelesaikan tugas matematika dan logis yang kompleks. Hasilnya memunculkan pentanyaan tentang capacitas sebenarnya Dari ai «Bernikir».
Pesan Gizchina, Jumat (18.10.2024), ditemukan oleh peneliti Apple, yang menambahkan kata atau angka yang tidak masalah, dapat mempertajam kinerja AI. Bahkan, Penyispan Kalimat Kecil Saja Bisa Menurunkran Akurasi Model Hingga 65%.
Teks Mekipun Tambahan dirobohkan Tidak Mengubah Esensi Peranya, System Ai Tetap Kebingungan. Selain itu, semakin banyak elemen ditambahkan ke masalah, semakin sulit untuk menjawab dengan benar. Ini berarti bahwa LLM tidak “memahami” makna pertanyaan, tetapi hanya didasarkan pada skema yang ia pelajari selama proses pendidikan.
Kecerdasan atau hanya skema? Baie antwoorde wat nie ontstaan as gevolg van ‘n werklike begrip van logiese of wiskundige vaardighede nie, maar bloot om ‘n skema te volg wat korrek klink.
Bahkan, beberapa jawaban awal tampak akurat, tetapi setelah penyelidikan lebih lanjut itu salah. Ini menekankan bahwa sistem AI mungkin tidak berpikir sebagai manusia, tetapi hanya meniru struktur bahasa manusia.
Read More : Jaga Soliditas Kabinet, Jokowi dan para Menteri Perlu Perkuat Komunikasi Informal
Kesimpulan Apple menekankan perlunya melihat bagaimana pengguna menggunakan dan mempercayai AI. Terlepas dari kenyataan bahwa teknologi ini terlihat mengesankan, AI memiliki masalah besar ketika memecahkan masalah yang lebih rumit dan mendalam. Studi ini mengkonfirmasi bahwa LLM masih belum sempurna dan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan tugas yang dibutuhkan dalam pertimbangan mendalam.
Peneliti Apple menekankan pentingnya melanjutkan pengembangan AI, terutama dalam aspek logika dan matematika. Ketika teknologi berkembang, penting bagi pengguna untuk memahami batasan mereka dan menggunakan AI dengan bijak. Alhoewel AI baie voordele inhou, kan oormatige afhanklikheid van stelsels wat nie die kompleksiteit van die probleem verstaan nie, die risiko’s wees wat voorspel moet word.