Jakarta, Beritasatu.com – Pengusaha optimistis perekonomian Indonesia akan tetap stabil di tengah pergantian kepemimpinan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yang menghadapi bonus demografi, hal ini dapat menjadi peluang untuk menjaga roda perekonomian Indonesia tetap berjalan.
Read More : Menhub Sebut Awal September Bandara IKN Siap Didarati Pesawat Kepresidenan
Hal tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani yang mengatakan, situasi perekonomian Indonesia tetap terjaga, seiring dengan situasi damai Indonesia pasca penetapan hasil Pilpres 2024. . Hal ini pun disebut-sebut bisa menjadi peluang bagi Indonesia.
Harapan kami, setelah KPU mengumumkan hasil Pilpres dan selesainya peralihan kekuasaan, maka peralihan kekuasaan dari Presiden Jokowi ke Pak Prabowo dapat terjadi dengan lancar sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran, kata Ajib kepada Beritasatu.com di Jakarta. Bursa Efek Indonesia, Senin (30/4/2024).
Sebagai asosiasi yang menampung wirausahawan, Apindo melihat prospek Indonesia masih cerah pada masa transisi kepemimpinan. Hal ini didorong oleh tingginya permintaan domestik Indonesia. Diketahui pada kuartal I tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17% ditopang oleh kuatnya kinerja sektor konsumen dan manufaktur.
“Dunia usaha di Indonesia optimis Indonesia mempunyai basis perekonomian yang cukup baik. Kita mempunyai jumlah penduduk sebanyak 280 juta jiwa dan merupakan negara terbesar keempat di dunia. pasar, terdapat banyak ruang untuk pertumbuhan ekonomi “Lebih dari 60% PDB Indonesia secara signifikan ditopang oleh konsumsi. Artinya swasta masih bisa berkembang,” tambah Ajib.
Read More : Harga Minyak AS Ditutup di Bawah US$ 74 Per Barel setelah Dilanda Aksi Jual Hebat
“Membicarakan masalah stabilitas politik dan stabilitas sosial berkaitan dengan risiko investasi. Semakin kecil risiko maka semakin tinggi potensi masuknya investasi. Artinya ketika r “Risikonya bagus, stabilitasnya bagus dan kepastiannya bagus.” bagus, jadi ini bisa menjadi insentif bagi dunia usaha,” tutupnya.