JAKARTA, BeritaSatu.com – Tidur terus menerus bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius, termasuk diabetes. Diabetes tipe 2 umum terjadi dan terkadang tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Read More : Titiek Puspa Meninggal, Ini Jejak Emasnya di Dunia Musik Indonesia
Namun, rasa lelah dan mengantuk terus-menerus bisa menjadi tanda awal yang diabaikan. Pada penderita diabetes, gula darah yang tinggi membuat tubuh sulit menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Bahkan setelah istirahat, badan saya masih terasa lelah.
Selain itu, seringnya buang air kecil pada penderita diabetes dapat menyebabkan dehidrasi dan memperburuk rasa lelah dan lesu.
Jika tidur ini disertai dengan seringnya rasa haus, rasa lapar berlebihan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera periksakan gula darah Anda.
Mengutip Healthline, penulis studi terhadap 155 orang dewasa penderita diabetes tipe 2 mengatakan bahwa gula darah merupakan penyebab tidak langsung dari kelelahan dan tidur pada lebih dari 7 persen peserta menurut Akaike Information Criteria (AIC).
Temuan ini menunjukkan bahwa kelelahan dan tidur yang disebabkan oleh diabetes mungkin tidak terkait dengan tingkat pengendalian diabetes, namun dengan gejala diabetes itu sendiri.
Meski sering mengantuk belum tentu berarti Anda mengidap diabetes, penting untuk tidak mengabaikan gejala jangka panjang. Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mendapatkan diagnosis yang tepat.
Selain itu, menjaga pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan gaya hidup sehat juga penting untuk mencegah atau mengendalikan diabetes. Berikut beberapa tanda diabetes lainnya.
1. Sering haus: Tubuh kehilangan banyak air akibat sering buang air kecil sehingga mengakibatkan seringnya haus. Hal ini terjadi karena gula darah yang tinggi memaksa ginjal mengeluarkan kelebihan glukosa dan menyerap air dari tubuh.
2. Sering buang air kecil menyebabkan ginjal bekerja keras mengeluarkan glukosa melalui urin. Akibatnya frekuensi buang air kecil meningkat sehingga seringkali menyebabkan dehidrasi.
Read More : Bandara AS Hapus Aturan Penumpang Harus Lepas Sepatu
3. Penurunan berat badan berlebihan Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga membakar lemak dan otot untuk menghasilkan energi, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa mengubah pola makan.
4. Rasa lapar yang berlebihan: Diabetes mengganggu kemampuan tubuh memproses glukosa sehingga menyebabkan kekurangan energi. Bahkan jika Anda makan cukup, rasa lapar akan meningkat. Tubuh terus mencari sumber energi tambahan.
5. Kelelahan: Kadar gula darah yang tinggi mengganggu proses metabolisme sehingga menyebabkan tubuh merasa lelah dan kurang energi, meskipun Anda tidur cukup. Kelelahan ini biasanya tidak hilang dengan istirahat.
6. Penglihatan kabur Gula darah tinggi dapat menyebabkan lensa mata membengkak, berubah bentuk, dan mengganggu penglihatan. Hal ini sering kali mengakibatkan penglihatan kabur, yang bersifat sementara atau permanen.
7. Penyembuhan luka yang lambat Diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyembuhkan luka dengan cepat. Pasalnya, gula darah tinggi mengganggu sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh.
8. Mati rasa atau kesemutan Kerusakan saraf akibat diabetes (neuropati) dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan, terutama pada tangan atau kaki. Hal ini terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf.
9. Infeksi Berulang Orang dengan diabetes memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kemih atau kulit. Gula darah tinggi juga mendukung pertumbuhan bakteri.