Jakarta, Beritasatu.com – Gangguan seksual biasanya disalahpahami sebagai perilaku menyimpang belaka, sementara di dunia medis dan psikologis kondisi ini dikenal sebagai parafil.
Read More : Putri TNI AL vs Tectona Awali Livoli Divisi Utama, Popsivo Mundur
Seseorang yang mengalami bahwa ia memiliki hasrat seksual yang tidak biasa dan sering tidak terpenuhi atau sulit dikendalikan. Jika tidak diperlakukan dengan benar, kondisi ini dapat mengganggu kehidupan pribadi, hubungan sosial dan bahkan menyebabkan pengaruh hukum.
Jadi, bisakah saya menyembuhkan gangguan seksual? Bagaimana proses perawatannya? Terdiri dari berbagai sumber, penjelasan berikutnya adalah! Apa itu gangguan seksual?
Gangguan seksual atau paraphilia adalah kondisi di mana seseorang memandang hasrat seksual yang kuat dan berulang untuk benda, situasi atau kegiatan yang biasanya tidak menyebabkan gairah seksual kepada orang lain.
Contohnya termasuk pedofilia, pameran, voyeurisme, frostrisme, sadisme, pijat, fetisme dan transvestisme.
Selain itu, ada bentuk lain yang tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai parafilia, seperti nekrofilia (hasrat seksual untuk mayat), koprofilia (tertarik pada feses), urofilia (tertarik pada urin), AC (hasrat seksual).
Semua jenis gangguan seksual dapat diobati, terutama jika pasien merasa kesal dan ingin mengubah perilakunya. Penanganan lebih dianjurkan jika gangguan mengganggu kehidupan sosial, melanggar hukum atau membahayakan orang lain. Siapa yang bisa membantu mengobati gangguan seks?
Pasien dengan gangguan seksual harus dikonsultasikan dengan tim medis profesional, seperti: psikiater: mendiagnosis gangguan mental dan pemberian obat. Psikolog klinis: untuk perilaku dan konseling terapi. Terapi Seksual: Untuk menangani masalah seksual yang kompleks. Kamus Umum: Untuk rekomendasi awal dan pemeriksaan fisik yang terkait dengan kondisi medis lainnya.
Perawatan harus dilakukan oleh tim multidisiplin, sehingga pendekatannya komprehensif, dalam berbagai aspek psikologis, medis dan sosial. Apa metode pengobatan untuk gangguan seks?
Perawatan Gangguan Seksual dilakukan melalui kombinasi obat -obatan dan psikoterapi, termasuk: 1. Obat -obatan obat (leuprolide, medroksiprogesteron): Mengurangi pulsa seksual. SSRI (Sertraline, Fluxine): Mengontrol hasrat seksual dan meningkatkan suasana hati. Antipsikotik (flucthenazin): Mengurangi keinginan seksual yang ekstrem dan perilaku agresif.2. Psikoterapi Terapi Perilaku Kognitif (TCC): Meningkatkan cara pemikiran dan perilaku seksual. Terapi Kelompok: Menyediakan ruang untuk bertukar pengalaman dan saling mendukung. Pendidikan Seks: Membantu memahami perilaku seksual yang sehat.
Read More : Pencurian Motor dan Mobil Lintas Kabupaten di Sulawesi Selatan Libatkan Mahasiswi
Diagnosis presisi adalah langkah pertama yang penting. Dokter menggunakan pedoman DSM-5 dan mengimplementasikan tes laboratorium dan tes otak (EEG, pencitraan resonansi magnetik / tomografi terkomputasi) untuk memastikan bahwa penyebabnya bukan karena gangguan neurologis atau hormonal. Berapa lama Anda perlu melanjutkan ke gangguan seksual?
Durasi pengobatan bervariasi tergantung pada keparahan kelainan, motivasi pasien dan respons terhadap terapi. Dalam banyak kasus, pengobatan dapat bertahan selama bertahun -tahun.
Beberapa pasien menunjukkan peningkatan dalam waktu singkat, sementara yang lain membutuhkan terapi panjang. Konsistensi dalam terapi berikut adalah kunci utama kesuksesan. Bisakah gangguan seksual diulang setelah perawatan?
Ya, gangguan seksual dapat diulang terutama jika: pasien berhenti merawat terlalu dini.
Untuk menghindari kekambuhan, pasien disarankan untuk menjalani lebih banyak terapi, mempertahankan gaya hidup sehat, menghindari pornografi dan terus memberi nasihat secara profesional.
Gangguan seksual bukanlah kondisi yang harus malu merasa bahwa bantuan dibayar. Perawatan yang tepat dapat dikendalikan oleh operasi seksual yang menyimpang. Konseling awal adalah langkah penting dalam menghindari lebih banyak pengaruh, baik pribadi maupun sosial.