Jakarta, Beritasatu.com – Protein merupakan salah satu nutrisi utama yang sangat dibutuhkan tubuh. Kekurangan protein dalam tubuh dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius.
Read More : Happy Asmara dan Gilga Sahid Manfaatkan Gedung Milik Pribadi untuk Tempat Pernikahan, Ini Bentuknya
Pasalnya, protein berfungsi membangun dan memelihara otot, memperbaiki jaringan yang rusak, dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.
Tanpa asupan protein yang cukup, tubuh akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan fungsi-fungsi tersebut. Dikutip dari UCLA Health, Rabu (9/10/2024), berikut beberapa masalah yang bisa terjadi jika tubuh kekurangan protein.
1. Hilangnya massa otot Protein berperan besar dalam pembentukan dan pemeliharaan otot. Jika tubuh kekurangan protein maka otot akan mengalami pengecilan (atrofi) karena tubuh akan mengambil protein dari jaringan otot untuk kebutuhan lain yang lebih vital.
Hilangnya massa otot adalah salah satu gejala pertama kekurangan protein. Hal ini dapat mempengaruhi kekuatan fisik dan menurunkan metabolisme tubuh.
2. Sistem kekebalan tubuh yang melemah diperlukan untuk menghasilkan antibodi yang melawan infeksi. Kekurangan protein mengurangi produksi antibodi, yang membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
Protein juga penting untuk menjaga fungsi organ dan sistem kekebalan tubuh, sehingga kekurangan protein dapat menyebabkan lebih seringnya terjadinya infeksi pada tubuh.
3. Masalah Rambut, Kulit dan Kuku Rambut rontok, kulit kering dan kuku rapuh merupakan gejala kekurangan protein. Protein merupakan bahan penyusun utama rambut, kulit dan kuku, sehingga kekurangannya secara langsung mempengaruhi kualitas bagian tubuh.
Protein juga membantu menjaga elastisitas kulit. Jika jumlah protein tidak mencukupi, kulit tampak kusam dan kering.
4. Penyembuhan Luka Lambat Proses penyembuhan luka memerlukan protein untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Jika tubuh kekurangan protein, maka kemampuan tubuh dalam menyembuhkan luka pun berkurang. Salah satu gejala kekurangan protein adalah penyembuhan luka yang tertunda sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi.
5. Kelelahan dan lemas Kekurangan protein bisa membuat Anda merasa lelah dan lemas sepanjang hari. Protein merupakan sumber energi yang penting, dan tanpanya, tubuh akan beralih menggunakan simpanan lemak atau otot sebagai sumber energi.
Read More : Soal Alat Kontrasepsi untuk Remaja dan Pelajar, Kemenkes: Itu untuk yang Sudah Menikah
Protein berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah, sehingga kekurangan protein dapat membuat tubuh merasa lelah.
6. Perubahan mood dan kesehatan mental Kekurangan protein dapat mempengaruhi keseimbangan kimiawi di otak. Protein dibutuhkan untuk menghasilkan neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam pengaturan suasana hati.
Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan mood seperti mudah tersinggung, stres dan depresi.
7. Gangguan tumbuh kembang pada anak Protein sangat penting untuk pertumbuhan terutama pada anak. Kekurangan protein pada anak dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan baik fisik maupun mental.
Kekurangan protein pada anak dapat menyebabkan penyakit yang disebut kwashiorkor, yang menyebabkan pembengkakan perut, kulit kering, dan keterlambatan perkembangan.
8. Pembengkakan atau penumpukan cairan di bawah kulit merupakan tanda kekurangan protein. Protein membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Tanpa protein yang cukup, cairan dapat bocor keluar dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya sehingga menyebabkan pembengkakan, terutama di area tungkai, kaki, dan perut. Edema sering terjadi pada mereka yang mengalami defisiensi protein parah.