Jakarta, Beritasatu.com – Setiap manusia diuji oleh Allah dengan cara yang berbeda-beda dan tujuan yang berbeda-beda. Ujian berupa kesusahan merupakan hal yang lumrah dialami seorang pegawai, namun bagaimana jika ia menerima ujian berupa Istiraj? Apa bahayanya?

Read More : KPK: 85 Pegawai Kemenaker Terima Uang Pemerasan TKA Rp 8,94 Miliar

Istidraj artinya seorang pekerja tidak menghadapi kesulitan atau ujian apapun selama jangka waktu tertentu. siapa sangka Ini bisa diartikan sebagai ujian atau sesuatu yang lebih seram, pertanda bahwa Tuhan sudah tidak peduli lagi.

Karena pada dasarnya kenyamanan duniawi yang Allah berikan harus dibalas dengan iman. Ada orang yang mempunyai kesenangan duniawi karena kecerobohannya dalam beribadah. Hidupnya tampak mengalir dengan lancar. Jadi hati-hati, itu bisa jadi es.

Allah SWT mengaruniakan rezeki, kebahagiaan dan kesenangan duniawi kepada segala yang dikehendaki-Nya. Kenikmatan ini seringkali menjadi peringatan akan azab Allah jika diberikan kepada orang-orang yang melalaikan ibadahnya dan berpuas diri dengan dosanya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al Anam ayat 44: “Falamma nasuu maa dzukkiruubihi fatahnaa alaihim abwaaba kulli syai’in hatta idza farihuu bimaa utuu akhadznaahum baghtatan faidzaa hum mublis”.

Artinya: “Maka ketika mereka lupa akan peringatan yang diberikan kepada mereka, Kami bukakan bagi mereka pintu segala kenikmatan. Maka ketika mereka merasa puas dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami tiba-tiba menghukum mereka. Mereka terdiam di saat putus asa.

Menurut ayat di atas dalam tafsir Al Ahzar Jilid 3 istidraj artinya menyimpang dari garis lurus kebenaran tanpa disadari. Allah SWT membukakan semua pintu, sampai orang itu lupa diri, hampir mustahil mengingatnya, habis panas pasti datang hujan, habis laut tenang pasti datang ombak.

Read More : Jajaran Kabinet Merah Putih Diberi Vitamin Selama Akmil di Magelang

Mereka dibiarkan berbuat dosa dengan nafsu hingga jauh. Lalu tiba-tiba datanglah siksa Tuhan. Istidraj artinya Allah SWT memberimu dunia dan kamu bersenang-senang. Namun pada dasarnya, Tuhan sudah tidak mempedulikan Anda lagi. Maka tunggulah jawabannya di hari kiamat.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda : “Jika Allah mencintai seseorang maka Allah akan memberinya cobaan, barangsiapa yang ridha (menerimanya) maka Allah ridha kepadanya dan barangsiapa yang marah (menerimanya) maka Allah murka. dia .” (HR At Tirmidzi).

Sesungguhnya cobaan juga merupakan tanda kebaikan Allah kepada manusia. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda : “Jika Allah menghendaki berbuat baik kepada seorang hamba, maka Dia akan mempercepat siksanya di dunia ini. (HR Tirmidzi No.2396). Baca juga: Perlukah Kelimpahan di Waktu yang Tepat? Jangan tunda lagi membaca doa ini

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *