Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pembentukan tim khusus untuk mengusut rencana investasi kantor keluarga crazy rich di Indonesia. 

Read More : Wamendag Sebut Ekonomi Stabil Jadikan Industri EV Berkembang

Keputusan ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Sebab, kantor keluarga diduga menjadi sarang pencucian uang. Namun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membantah keras tudingan tersebut.

Jadi apa itu kantor keluarga? Di bawah ini penjelasan lengkapnya.

Kantor KeluargaKantor keluarga atau family office menurut Binder Dijker Otte (BDO) adalah sebuah organisasi yang dapat dimanfaatkan para konglomerat keluarga untuk membantu mengelola kekayaan yang diperoleh dari hasil usahanya. BDO sendiri merupakan perusahaan internasional yang bergerak di bidang akuntan publik, perpajakan, konsultasi dan konsultasi bisnis.

Family Office digunakan untuk mengelola keuangan untuk kebutuhan hidup keluarga tertentu. Kantor keluarga dapat digunakan untuk pendidikan, perencanaan liburan, dan mewariskan kekayaan atau warisan kepada generasi berikutnya.

Kantor keluarga beroperasi seperti firma penasihat keuangan pada umumnya, yang dapat diatur sebagai entitas terpisah atau dimasukkan ke dalam bisnis keluarga. Family Office mencakup akuntan, pakar investasi, ekonom, konsultan real estat, dan pengacara.

Awalnya, kantor keluarga hanya mengelola aset sebuah keluarga. Namun, kantor keluarga kini telah bertransformasi untuk menawarkan layanan yang lebih luas seperti manajemen investasi keluarga, perencanaan pajak, filantropi, dan pendidikan untuk generasi berikutnya. 

Read More : AS Jadi Penyumbang Surplus Terbesar Indonesia pada Juli 2024

Kantor keluarga pertama di dunia XV. Hal ini diyakini telah dibuat pada abad tersebut, terletak di Florence (Italia). Keluarga Medici yang saat itu berprofesi sebagai bankir dan politisi di Italia menggunakan penasihat terpercaya untuk mengelola berbagai bisnis mereka. Adat ini menyebar dan menjadi jabatan keluarga yang banyak dikenal orang saat ini.

Menurut Forbes, kantor keluarga di seluruh dunia saat ini memiliki lebih dari 7.000 kantor dan mengelola lebih dari $5,9 triliun aset keluarga. Jumlah aset yang dikelola semakin meningkat karena tingginya pertumbuhan perusahaan khususnya di bidang teknologi, sehingga kompleksitas pengelolaan aset keluarga besar pun semakin meningkat.

Untuk memiliki kantor keluarga, keluarga dapat mencari jasa perusahaan yang menawarkan jasa tersebut atau bahkan mendirikan kantor pengelolaan properti sendiri. Menurut studi London School of Economics, untuk membuat kantor keluarga, sebuah keluarga harus memiliki aset minimal Rp 4,1 triliun.

Tujuan dibentuk di Indonesia

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *