Singapura, Beritasatu.com – Pengamat penerbangan menduga pesawat Singapore Airlines yang melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand mengalami clear air turbulence (CAT). Turbulensi hebat tersebut menewaskan satu penumpang dan melukai puluhan lainnya.
Read More : ASEAN Kejar Pertumbuhan Ekonomi Kawasan dengan Perkuat Konektivitas Regional
Oleh CAT atau turbulensi dalam cuaca cerah. Ketinggian Boeing 777-300R yang terbang dari London menuju Singapura turun 6.000 kaki (1.800 meter) dalam waktu empat menit pada Selasa (21/5/2024). Akibatnya, penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar ke udara dan terluka. Seorang almarhum mengalami serangan jantung.
Kasus CAT ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada Juni 2023, CAT juga mengguncang pesawat British Airways sehingga melukai lima awak kabin dan memaksa pesawat tujuan London tersebut kembali ke Singapura.
Tujuh orang juga terluka dan dibawa ke rumah sakit pada Maret lalu ketika penerbangan Lufthansa dari Texas ke Frankfurt mengalami CAT di atas Tennessee.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Meteorologi Universitas Reading, Inggris, menemukan bahwa insiden CAT semakin banyak terjadi dalam konteks perubahan iklim.
Layanan Cuaca Nasional AS mendefinisikan turbulensi sebagai pergerakan udara yang tiba-tiba dan tidak teratur, yang menimbulkan aliran udara ke atas dan ke bawah secara tiba-tiba dan cepat. Arus naik dan turun ini dapat terjadi secara bersamaan dan menggerakkan pesawat dengan cara yang tidak dapat diprediksi.
Sedangkan turbulensi udara jernih didefinisikan oleh Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat sebagai turbulensi pada cuaca cerah, yang terjadi di wilayah bebas awan, yang secara tiba-tiba menyebabkan pesawat berguncang hebat.
Menurut FAA, CAT sangat sulit karena muncul secara tiba-tiba dan tanpa tanda-tanda visual untuk dideteksi oleh radar atau mata pilot.
Penelitian menunjukkan bahwa CAT sering terjadi di daerah cekungan laut bagian barat, karena di daerah ini aliran jet stream cenderung bergerak sangat cepat di atas lautan.
Read More : Mendikdasmen: TKA Tak Pengaruhi Kelulusan, tetapi Penentu Masuk PT
Aliran jet adalah aliran angin yang mengalir deras dalam berkas sempit yang melewati atmosfer.
Dalam kasus Singapore Airlines, CAT terjadi pada ketinggian 37.000 kaki di atas Cekungan Irrawaddy, setelah sekitar 10 jam penerbangan.
CAT juga sering terjadi karena perbedaan suhu antara lautan dan daratan di Belahan Bumi Barat, terutama pada musim dingin. Gradien suhu horizontal ini menyebabkan pergeseran angin vertikal sehingga memicu CAT.
FAA mendefinisikan pergeseran angin sebagai perubahan arah dan/atau kecepatan angin dalam rentang sempit.
CAT sulit diprediksi karena tidak menunjukkan gejala di udara. Namun maskapai penerbangan telah berupaya mencegah pesawat mengalami fenomena tersebut. Salah satunya dibuat oleh Delta Airlines.
Berdasarkan data yang dirilis FAA pada Maret 2023, jumlah korban cedera akibat turbulensi parah dalam penerbangan mencapai 163 orang antara tahun 2009 hingga 2022.