Ponorogo, Beritasatu.com – Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) menunjukkan statusnya sebagai level tertinggi Kharisma Event Nusantara (KEN). Jumlah peserta acara tahunan yang selalu menandai acara Grebeg Suro ini semakin bertambah. Perwakilan peserta yang mengikuti teknis pertemuan Padepokan Reog Ponorogo berjumlah 36 orang, Kamis (20/6/2024).
Read More : IHSG Hari Ini Ambruk! Sektor Teknologi Rontok 12 Persen
“FNRP tahun lalu diikuti 27 peserta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ponorogo (Disbudparpora) Judha Slamet Sarwo Edi.
Dari 36 peserta FNRP, Judha mengatakan secara rinci, 17 kelompok reog berasal dari Ponorogo dan 19 berasal dari luar daerah, termasuk luar Jawa. Tingginya antusiasme peserta tidak lepas dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam melestarikan reoggu sebagai warisan budaya luhur peninggalan nenek moyang.
Perasaan keikutsertaan seniman semakin meningkat seiring dengan diajukannya Reog Ponorogo ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).
“Kita semakin bersatu dalam menjaga Reog Ponorogo,” jelasnya.
Pada sesi teknis, panitia menjelaskan referensi permainan FNRP yang terdapat pada Buku Pedoman Dasar Pertunjukan Reog Ponorogo. Namun, persaingannya akan ketat dalam hal tari, musik, desain fesyen, dan pembelajaran dari musik tahun lalu. Tanpa bermaksud membatasi kreativitas seni, juri tetap mempertimbangkan unsur Wiyogo, Wiromo dan Wiroso.
Read More : KPK Minta Sahbirin Noor Kooperatif Seusai Mangkir Panggilan
“Awalnya peserta diinformasikan tentang segala peraturan dan ketentuan FNRP,” kata Judha.
Lebih lanjut, Judha mengaku tidak memungkiri bahwa reog bersifat internasional dengan bukti peserta FNRP lebih banyak dibandingkan kelompok reog di luar Ponorogo. Ketika Reog Ponorogo masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, maka akan terjadi perkembangan pesat. Seniman dari berbagai belahan dunia akan menampilkan reog tanpa meninggalkan musik tradisionalnya.
“Kemungkinan kelompok reog dari luar negeri akan membantu untuk mendapatkan FNRP, Insya Allah tahun depan akan dihadiri oleh Malaysia karena beberapa bulan lalu ada upacaranya. Mereka akan belajar teknologi dengan mengikuti festival Ponorogo,” kata Judha. (tambahan)