Jakarta, Beritasatu.com – BPBD telah melakukan sejumlah langkah untuk memprediksi banjir di Jakarta menjelang akhir tahun 2024. Gottam, Kepala Unit Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, mengungkapkan, cara pihaknya menangani banjir akan berbeda dari sebelumnya. Dibandingkan dengan ‘2023’.
Read More : Bikin Bangga! Debut Carmen Idola Asal Bali Bersama Hearts2Hearts Gemparkan Industri K-Pop
Banjir Jakarta kali ini diantisipasi dengan peningkatan kapasitas infrastruktur seperti pompa air dan perluasan jaringan drainase di kawasan rawan banjir.
Selain itu, teknologi pemantauan cuaca berbasis data real-time juga digunakan untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi deteksi dini, kata Gottam kepada Beritasatu.com, Kamis (28/11/2024). katanya.
Lebih lanjut, Gottam mengatakan, BPBD Jakarta bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dalam kegiatan penyeberangan sungai untuk menjamin kelancaran aliran air dan mengurangi risiko penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir di Jakarta.
Pemprov DKI akan terus melakukan revitalisasi sungai, pengerukan saluran air, dan peningkatan kapasitas pompa untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, kata Gottam.
Selain itu, pelatihan kesiapsiagaan bencana dan sosialisasi kepada masyarakat akan diperkuat, termasuk simulasi evakuasi dan pelatihan tanggap darurat, lanjutnya.
Read More : Teuku Ryan Belum Cari Pasangan Baru Setelah Berpisah dari Ria Ricis
Gottam juga mengumumkan bahwa BPBD Jakarta akan mengevaluasi opsi cuaca untuk mengatasi banjir pada akhir tahun 2024.
Regulasi cuaca akan dievaluasi kembali apabila prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan berlebihan yang berpotensi membahayakan wilayah Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari upaya proaktif untuk mengurangi intensitas curah hujan dan mencegah banjir besar di Jakarta, kata Gottam. ditambahkan.