Jakarta, Beritasatu.com – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, Anies Baswedan mengutarakan pendapatnya tentang kemungkinan membentuk partai politik sendiri setelah batal mencalonkan diri di Pilkada 2024, mantan calon presiden nomor urut 1 di Pilpres 2024. membatalkan pencalonannya karena tidak ada partai politik yang mendukungnya.

Read More : Ruben Onsu Serahkan Rumah Mewah kepada Sarwendah Seusai Perceraian

Menurut Aadi Prayatno, terbentuknya parpol besutan Anees Basvedan merupakan langkah positif yang ditunggu-tunggu masyarakat.

“Jika Anies memutuskan untuk membentuk partai politik, itu menjadi kabar baik karena bisa terhindar dari tudingan Anies hanya ingin menggunakan partai politik tanpa menjadi bagiannya,” kata Adi Prayitano kepada Beritasatu.com, Jumat (30/8). dia menjelaskan. /2024).

Adi menilai karakter dan popularitas Anees Basvedan akan berpengaruh besar pada pemilu mendatang. Salah satu langkah signifikannya adalah dengan meraih hak suara Anies sebesar 26% pada Pilpres 2024. 

“Kalau angka itu dikurangi setengahnya, masih bisa dipakai sekitar 13%. Kalaupun turun menjadi 80%, itu masih menyisakan sekitar 5-6% pendukung dan pemilih. Itu modal yang sangat kuat bagi Anies jika memutuskan untuk memulai politik. pesta,” katanya.

Adi Preyitno mencatat, di Indonesia banyak tokoh politik yang memutuskan membentuk partai baru setelah gagal dalam kontestasi politik. Misalnya Surya Paloh saat mendirikan Nasdem, Wiranto saat mendirikan Hanura, dan Prabowo Subianto saat mendirikan Garindra.

Fahri Hamzah juga mendirikan Partai Gelora pasca konflik dengan PKS, seperti yang dilakukan Amien Rais setelah keluar dari PAN dan membentuk Partai Ummat, ujarnya.

Read More : Pabrik Pupuk NPK Petrokimia Gresik Terbakar

Adi juga menekankan bahwa ambang batas parlemen telah diturunkan sehingga kemungkinan besar pembentukan partai baru akan lolos ke parlemen pada pemilu berikutnya.

“Kalau Annes serius mendirikan partai politik, mungkin menarik ke depan karena ambang batas parlemen yang lebih rendah memberikan peluang lebih besar bagi partai baru,” ujarnya.

Langkah Anis mendirikan partai politik juga dinilai sebagai langkah penting Anis untuk berperan dalam demokrasi Indonesia di masa depan.

“Secara teoritis, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, partai politik dan elite partai akan menentukan arah politik, termasuk pemilihan presiden dan daerah. Oleh karena itu, memiliki partai politik sendiri dapat menjadi strategi efektif bagi Annies untuk tetap relevan di tingkat nasional.” “…kancah politik,” pungkas Adi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *