Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koordinator Pembangunan Sosial dan Budaya (Kemenko PMK) menyebutkan angka kemiskinan di wilayah pesisir dan persawahan di Pulau Sumatera lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Hal ini terlihat dan harus diperhitungkan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Read More : Polisi Bongkar Kantor Judi Online di Bekasi yang Libatkan Oknum Pegawai dan Staf Ahli Kemenkomdigi

Wakil Koordinator Pembangunan Sosial Departemen Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nunung Nuryartono mengungkapkan, terdapat 62 kabupaten/kota di Pulau Sumatera yang angka kemiskinan ekstremnya masih lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Di wilayah Sumatera, persentase kemiskinan ekstrem tiap daerah dan kota tentunya berbeda-beda. Namun daerah yang akan disasar adalah yang masih di atas 1-3 persen,” ujarnya kepada media, Selasa. (6/8/2024).

Oleh karena itu, lanjutnya, setiap provinsi sudah terlihat daerah mana yang memiliki titik tercepat dalam lima bulan ke depan.

“Kita lihat daerah pesisir sudah menjadi database. Lalu ada daerah penghasil barang-barang pertanian, dan itu menjadi tugas sekolah kita bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kota Nunung sudah menganggarkan percepatan tersebut. Pemantauan dan evaluasi secara berkala akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, ada banyak cara untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem, seperti mendorong pemerintah daerah untuk memproduksi sesuatu yang tidak ada.

Read More : Istana: Informasi Sri Mulyani Mundur sebagai Menteri Keuangan Hoaks!

“Misalnya kopi, karet dan lain sebagainya, ada program terencana yang diharapkan bisa menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah pusat dan negara bagian juga memetakan lansia tidak produktif dan penyandang disabilitas untuk memberikan bantuan. Dana telah dialokasikan oleh pemerintah negara bagian/kota untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Hanya Badan Koordinasi PMK dan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Perdesaan PDTT yang melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Bahkan, jika perlu, lakukan intervensi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *