Sidrap, Beritasatu.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sidrap, Sulawesi Selatan, menyebabkan puluhan tiang listrik tumbang dan merusak rumah serta persawahan warga. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/10/2024).

Read More : Siap Bayar Pengembalian Gaji Pensiunan Guru TK, Ketua DPRD dan Gubernur Jambi Tunggu Keputusan BKN Pusat

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, tercatat enam kabupaten dan lima desa terdampak hujan yang disertai angin kencang.

Enam kabupaten terdampak, antara lain Maritennge, Wala, Kanyuara, Rapang, Kadidi, dan Panreng. Sedangkan desa yang ada lima yakni Kani, Serang, Aka-Akae, Makorawali, dan Timareng Panua.

“Awalnya hanya angin, tiba-tiba menderu-deru dua kali, lalu kencang sekali hingga terbalik dan tiang listrik terjatuh,” kata salah satu korban, Jamaluddin, saat ditemui, Kamis (31/10/2024). ).

Ia melaporkan, angin kencang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA.

Sementara itu, Kapolsek Sidrap AKBP Fentri Thacherong mengatakan, angin kencang disertai petir yang melanda kawasan Sidrap tidak hanya merusak sejumlah properti tetapi juga memakan korban jiwa.

Read More : Arsjad Rasjid Akui Tak Mudah Pahami Dinamika Kadin

“Untuk sementara tercatat 36 bantuan, kemudian 51 unit rumah, satu orang meninggal dunia dan dua orang luka berat,” ujarnya.

Usai kejadian, Fantari bersama Camat dan Lurah mendatangi lokasi kejadian. Pihaknya juga mengimbau warga yang rumahnya terdampak untuk mengungsi sementara guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami telah menginstruksikan anggota untuk mengimbau warga yang rumahnya terdampak untuk berlindung sementara dan menjauhi lokasi jatuhnya tiang listrik untuk menghindari gangguan aliran listrik ke rumahnya,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *