Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) baru pada tahun 2025 yang akan dijabat oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah berencana mengganti nama gubernur saat memasuki masa jabatan pemerintahan baru.

Read More : Sidang Harvey Moeis: Sandra Dewi Ungkap Banyak Toko Ingin Beri Tas untuk Endorse

Menurut Wakil Menteri Keuangan Thomas Givandono, pemerintah dikoordinasikan melalui K/L terkait seperti pembentukan K/L dan penyusunan besaran anggaran.

โ€œSemuanya terkoordinasi, dalam hal ini Kementerian Keuangan berkoordinasi dengan Kementerian PANRB. Hal ini dilakukan agar apapun yang diputuskan oleh presiden terpilih, dilakukan sesuai anggaran,โ€ kata Thomas dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan. .Kantor Rabu (11/9/2024).

Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Presiden baru, Prabowo Subianto. Pada Senin (9/9/2024), Menteri Keuangan Sri Maliani Indrawati bersama Thomas Givandono menggelar pertemuan dengan Prabhu. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam itu, Prabowo memberikan masukan untuk penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Langkah ini sejalan dengan upaya pendanaan program Presiden terpilih, termasuk pembentukan kementerian baru. Namun Thomas tak merinci komposisi layanan baru tersebut.

“Tentu saja (dari masukan Prabow), tapi nanti akan diputuskan oleh DPR seiring berjalannya proses. Jadi kita tunggu saja, pembahasannya sudah ada dan terkoordinasi,” jelas Thomas.

Read More : IHSG Ditutup Melesat pada Kamis 18 Juli 2024, Lima Saham Ini Terbang

Usai pembahasan, Kementerian Keuangan menyampaikan kepada DPD bahwa alokasi belanja K/L meningkat menjadi 1.160,08 triliun birr.

Isa Richamatrawata, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, mengatakan sebelumnya pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp1.094,6 triliun dan belanja non-negara sebesar Rp1.606,8 triliun. ย Akibat penyesuaian tersebut, alokasi belanja negara meningkat menjadi 1.160,08 triliun dan belanja non-negara meningkat menjadi 1.541,4 triliun.

Dengan demikian, belanja di K/L sebesar USD 1.094,6 triliun kemudian meningkat menjadi Rp 1.160,08 triliun. Oleh karena itu, belanja di luar K/L meningkat dari Rp 1.606,8 triliun menjadi Rp 1.541,4 triliun.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *