Ciamis, Beritasatu.com – Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis menerjunkan tim psikolog untuk mendampingi anak-anak korban pembantaian dan vandalisme di Chiamis, Jawa Barat.

Read More : Andre Taulany Bantah Ada Orang Ketiga pada Rumah Tangganya

Harapannya, kondisi anak yang masih berduka karena kehilangan ibunya, bisa segera pulih.

Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Ciamis mendatangi rumah korban pembunuhan dan penganiayaan di Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis pada Senin (06/05/2024).

Mereka sengaja datang untuk membantu anak korban yang masih duduk di bangku kelas 11 SMK.

Dian Budiyana, Kepala Dinas DP2KBP3A mengatakan, saat ini kondisi anak korban nampaknya masih syok dan frustasi. Pihaknya berupaya terus memberikan bantuan, dengan menggunakan psikolog agar anak korban berkomitmen menjalani hidupnya.

“DP2KBP3A saat ini sedang berusaha membantu anak-anak yang menderita. Kami akan berusaha agar anak-anak korban ini tidak melakukan balas dendam dan tidak mau bersekolah atau hidup di kemudian hari,” kata Dian Budiyana (7) pada Selasa. /5/2024).

Read More : Kapolda Metro Jaya Pastikan Arus Balik Lebaran 2025 Tanpa Macet

Menurut dia, selain memberikan bantuan psikologis, pihaknya juga akan berupaya menggandeng Dinas Sosial dan Pendidikan setempat untuk mengetahui masa depan sekolah tambahan tersebut. Sebab, anak korban nantinya tidak lagi tinggal bersama orang tuanya.

“Anak tersebut kita ketahui mempunyai seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK dan sudah menikah. Nanti pada pertolongan berikutnya kami akan menanyakan langsung apakah dia ikut dengan kakaknya atau bagaimana.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria membunuh dan memutilasi istrinya di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/5/2024) lalu. Korban diketahui memiliki dua orang anak, pertama seorang gadis berusia 25 tahun yang sudah menikah, dan adik perempuannya berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku sekolah SMK tingkat dua.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *