Lampung, Beritasatu.com – Seorang pemuda berinisial SP (19) di Pesisir Barat, Lampung, melakukan tindakan kekerasan terhadap ayah kandungnya yang meninggal karena stroke.

Read More : Pengedar Narkoba Antarkota di Mojokerto Dibekuk, 144 Gram Sabu Disita

Pelaku hanya kesal karena diminta membawa ayahnya ke kamar mandi, sehingga sengaja menyiksa ayahnya hingga tewas. Pelaku ditangkap polisi saat sedang mengendus lem di sebuah rumah kosong, hal yang sudah menjadi kebiasaannya.

Kekerasan bermula saat pelaku sedang makan di dapur. Korban yang sedang tidur di ruang tamu terbangun dan meminta diantar ke kamar mandi. Sang gangster menolak karena sedang makan, hingga terjadilah pertengkaran di antara keduanya. Karena marah, pelaku memukuli korban beberapa kali hingga korban terjatuh ke tanah.

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka pada alis kiri dan kanan serta luka pada mata. Segera setelah melakukan kekerasan terhadap ayahnya, pelaku meninggalkan rumah dengan menggunakan sepeda motor.

Sekitar satu jam kemudian, istri korban pulang kerja dan menemukan suaminya tidak sadarkan diri. Istri korban langsung meminta bantuan tetangga dan menelepon Polsek Pantai Utara untuk meminta bantuan. Korban dilarikan ke Puskesmas Lemon untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Korban meninggal dunia pada Senin (11/6/2024) setelah dirawat di Puskesmas. Polisi segera memburu pelaku pembunuhan dan menangkapnya di sebuah rumah kosong.

Kasatreskrim Polsek Pesisir Barat Iptu Algy Ferlyando mengungkapkan, sebelum kejadian tragis tersebut, pelaku dan korban sering bertengkar.

Read More : Dorong Musik Campursari Bagi Anak Muda, Cak Sodiq Gandeng Anak Rilis Saestu

Iptu Algie Ferlyando, Kamis (13 Juni 2024), mengatakan, โ€œPelaku yang merupakan seorang nelayan diperkirakan emosi saat kejadian itu terjadi dan melampiaskan amarahnya kepada korban.โ€

Algie memastikan pelaku tidak sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang saat menyerang ayahnya.

โ€œPelaku melakukan perbuatan tersebut karena merasa gelisah saat diminta mengantar korban ke toilet karena korban menderita stroke,โ€ kata Algie.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *