Jakarta, Beritasatu.com – Campuran Double Rekhan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuel Vidjaja harus memainkan pesta tegang Vsen Tan Tsa/Toh Ee dari Malaysia di babak pertama Inggris 2025, pada hari Rabu (03.12.2025).

Read More : 404

Anehnya, Rekhan/Nauphal akhirnya menang melawan unggulan kedua. Anda harus bermain tiga pertandingan sebelum memenangkan akun 18-21, 22-20 dan 21-11. Rehan/Naufal harus berjuang 65 menit sebelum tiket besar 16 menjadi di Inggris pada tahun 2025.

Di babak ke-16, yang berlangsung pada hari Kamis (03/13/2025), Rehan/Gloria Jesper Toft/Amalie Magelund, yang berhasil mengalahkan sepasang Wong Ten Ci/Lim Chik dengan skor 21-16 dan 21-19.

Gloria terungkap dibandingkan dengan minggu lalu, ketegangan permainan di seluruh Inggris pasti tinggi, dan terasa dalam permainan ini. 

“Terima kasih Tuhan, kita bisa datang pada tingkat Super 300 dalam dua minggu terakhir, tetapi sekarang kita diuji pada tingkat Super 1000, yang terjadi pada minggu ketiga turnamen. Ini tidak mudah, karena kita harus tetap solid, kita harus menyimpan semuanya,” kata pemain, Bekashi yang lahir.

Gloria juga menjelaskan bahwa dia dan Rehan sangat baik di empat turnamen pertama dan bahwa dia sangat berterima kasih atas kinerja ini. “Ini berarti bahwa kualitas kami di sini tahu seperti apa standar kami. Jadi Rekhan dan Chi Vita (Marissa, pelatih) pasti akan belajar untuk terus tumbuh,” katanya setelah 32 terbaik dari seluruh Inggris.

Read More : Cegah Deindustrialisasi, Pemerintah Perlu Benahi Pasar Domestik dengan Berantas Impor Ilegal

Sementara Rehan menjelaskan kunci kemenangannya dengan Gloria, ia harus mendukung komunikasi. “Saya bersyukur karena saudara perempuan Gloria siap menerima kontribusi saya, meskipun dia adalah yang tertua,” katanya, sebagai kutipan dari publikasi PBSI.

“Kami juga berani bermain terlalu lengkap, meskipun setelah bergabung dengan turnamen ketiga itu tidak mudah, tetapi berkat pikiran dan saran positif, kami masih bisa tampak mudah,” katanya, setelah bermain di seluruh Inggris pada tahun 2025.

Rehan juga mengatakan bahwa ketika ia bermain di babak pertama Inggris pada tahun 2025, ada beberapa variasi yang digunakan di luar kebiasaan dan lawan yang terkejut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *