JAKARTA, Beritasatu.com – Ketua Pengurus Besar Tanfizia Nahdla Ulama (PBNU) Alisa Waheed mengatakan, perubahan sosial Nabi Muhammad SAW mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap perempuan.
Read More : Embarkasi Pondok Gede Berangkatkan 1.179 Jemaah Haji Kloter Tambahan
Sebelumnya, perempuan hanya dianggap sebagai komoditas dan tidak mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat. Namun dengan ajaran Islam, perempuan diberikan hak yang sama dengan laki-laki, bahkan dalam pengambilan keputusan.
Tak hanya itu, Nabi Muhammad juga memberikan teladan dalam berkonsultasi dengan istri saat mengambil keputusan penting dalam keluarga. Nabi juga memberikan hak kepada perempuan untuk menghindari pernikahan yang tidak mereka inginkan.
Alisa Waheed dalam sambutannya, Rabu (1/5/2024).
Alisa Waheed mengatakan, pemahaman ajaran agama seringkali bergantung pada kondisi sejarah dan sosial yang berubah seiring berjalannya waktu.
Oleh karena itu, perlu dipahami prinsip-prinsip dasar agama dan mengamalkannya dalam waktu yang berbeda-beda.
Wanita bernama lengkap Alisa Qutrnada Wahida ini menambahkan, “Peradaban selalu berkembang, dan prinsip keadilan dan kesetaraan harus dilestarikan di setiap zaman.”
Read More : Bareskrim Sita 30 Kg Sisik Tenggiling Senilai Rp 1,2 Miliar
Alissa Waheed juga menekankan kelanjutan semangat juang generasi muda Kartini dalam perjuangan keadilan sosial dan kesetaraan gender dengan menekankan pentingnya bisnis berkelanjutan.
Jika generasi muda menjadi aktif dan berani seperti Kartini, maka akan tercipta sistem sosial yang adil bagi semua.
Alisa Wahid berharap perempuan tidak hanya menjadi bagian masyarakat yang pasif, namun mampu memberikan pengaruh positif, bahkan sebagai perubahan yang meningkatkan kesejahteraan semua orang.
“Perempuan jangan hanya menjadi anggota masyarakat yang pasif, tapi harus aktif, mampu berjuang, dan berani seperti Ibu Kartini. Jangan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk berpikir bahwa perempuan mudah terpengaruh.” Faktanya, perempuan seharusnya memilikinya. Identitas yang kuat dan kemampuan berkontribusi sesuai keahliannya,” tambah Alyssa Wahid.