JAKARTA, BERITASATU.COM – Aliansi jurnalis independen (AJI) menekankan bahwa kesejahteraan jurnalis harus tetap terutama, meskipun industri media saat ini secara besar -besaran dipengaruhi oleh gelombang pekerjaan (PHK).

Read More : Bos Arsenal Sewa Pencopet untuk Ambil Ponsel dan Dompet Pemainnya

Caesar Akbar, presiden Divisi Tenaga Kerja Aji Jakarta, tidak boleh diabaikan peran jurnalis dalam ekosistem demokratis, meskipun keadaan keuangan perusahaan media mengalami depresi.

“Dukungan kami di AJI tidak peduli seberapa kuat keadaan lanskap industri media saat ini, yang tidak boleh diabaikan air mancur jurnalistik,” kata Caesar dalam deklarasi tertulis ke Beritasatu.com pada hari Minggu (05.11.2025).

Menurutnya, jurnalis adalah tombak kesinambungan media dan memainkan peran penting sebagai saksi sejarah, pengawas ketertiban umum dan kontrol sosial bagi masyarakat.

Selain itu, upah jurnalistik tidak hanya tanggung jawab upah jurnalistik, tetapi juga bagian dari orang yang dijamin oleh hukum.

“Upah orang harus tersedia, lembaga kerja harus terus disediakan karena itu adalah bagian dari sistem kerja media yang sehat dan independen,” katanya.

Caesar mendorong perusahaan media untuk menghadapi industri dan mendorong perusahaan media untuk mengeksplorasi peluang baru. Itu bukan fenomena baru dari penurunan biaya iklan, tetapi tren teroris yang panjang yang harus diprediksi sejak lama.

Read More : Tol Cisumdawu Digratiskan Mulai Hari Ini

“Ini tidak mudah, tetapi media harus terus inovatif dan mencari opsi lain. Penurunan biaya iklan telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, sehingga perusahaan harus berubah,” katanya.

Dia juga menekankan betapa pentingnya mengatur model bisnis bersama dengan pengembangan teknologi dan perubahan dalam konsumsi informasi publik.

“Selain meningkatkan model bisnis, perusahaan media juga harus mengadaptasi The Times dan mereformasi proses bisnis,” pungkasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *