Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah akan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kurang dari 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2024 dan 2025. Karena itu, tidak semua pihak panik. Dan tetap tenang.
Read More : 21 Kadin Daerah Tolak Munaslub untuk Gantikan Arsjad Rasjid
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi pajak saat ini terjaga karena berada di bawah ambang batas aman yakni di bawah 3%. Kinerja defisit APBN lebih baik dibandingkan situasi anggaran negara-negara Eropa.
Dia mencontohkan defisit anggaran Jerman, Prancis, dan Italia sekitar 5% hingga 7%. Bahkan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mengingatkan negara-negara tersebut.
“Kalau kita lihat defisit anggaran Uni Eropa rata-rata 5% sampai 7%. Alarm berbunyi di Eropa, bukan di Indonesia. Indonesia masih di bawah 3%. Tenang, Anda panik, “kata Administrasi, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/2/2024), kata investor tersebut.
Menurut informasi Kementerian Keuangan (KEMENTKU), APBN perusahaan memiliki 75,7 Miliar. Berakhir pada level 75,7 miliar atau 0,33% PDB, 82% PDB pada tahun 2024. “Tetap di bawah 3% dan jurnalis tidak akan menambah,” tambah Airlangga.
Read More : 4 Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Medis, Dokter Garut Terbaru!
Sebelumnya, Anggota Kelompok Keuangan Kelompok Sinkronisasi Prabowo-Gibran Thomas Djiwandono memastikan defisit tahun 2025 kurang dari 3% PDB. Dia menjelaskan, Prabowo dan tim menekankan pentingnya kehati-hatian fiskal.
Dia memastikan pandangan Satgas Prabowo-Gibran dan Menteri Keuangan ZI Mlania fokus pada peningkatan pendapatan, revisi belanja, dan pemberian ruang anggaran seperti makan siang gratis.