JAKARTA, BERITASATU.COM – Musisi Ahmad Dhani tiba di kantor kesejahteraan anak Indonesia (KPAI) (7/7/2012) dengan laporan banding yang terkait dengan dugaan pidato kebencian yang diserang oleh putrinya Shafea Ahmad. Dia dan pengacaranya, Aldwin, telah menjadi upaya hukum untuk melindungi anak di bawah umur.

Read More : Annisa, Anak Tio Pakusadewo yang Jadi Saksi Andalan Nikita Mirzani

“Hari ini kami mengeluh kepada KPAI untuk melindungi anak di bawah umur atas nama SF,” kata Aldwin media.

Dia menambahkan bahwa informasi yang lebih rinci akan diberikan setelah proses pelaporan dan komunikasi resmi KPAI selesai.

Perubahan Ahmad Dhan diduga menyebabkan jumlah komentar negatif yang menyerang shafeea. Banyak netizen, Mulan Jameela, masa lalu Dhan, dalam keadaan anak -anak mereka saat ini. Dhani berkomentar dalam bentuk pelecehan digital, yang tidak layak menerima anak itu.

Sebagai pembelaan anak -anaknya, Ahmad Dhani mengirim “Majelis Gibah dan Maia Estianty Slander (ketika dia sudah memiliki suami) di” saluran YouTube pribadi. Dalam video itu, ia menekankan bahwa konten itu dibuat untuk melindungi Shafe dan Ali, anak -anaknya, Mulan Jamela.

Read More : Hasil Studi Ahli Gizi Jepang: 5 Buah Ajaib Yang Bisa Bikin Panjang Umur Dan Sehat Selalu!

“Konten ini dibuat berdasarkan pertahanan Feea dan Ali, yang karangan bunganya masih sengsara dan desas -desus,” tulis Dhani.

Kasus ini dilaporkan ke KPAI, Ahmad Dhani berharap untuk lebih memperhatikan perlindungan anak -anak terhadap serangan media sosial, yang dapat memiliki dampak psikologis. Dia mengklaim bahwa anak -anak harus dilindungi dari semua pidato kebencian tanpa kecuali.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *