Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Direktorat Manajemen Asset Golkar terkesan oleh Golkar DPP Agus Gumwang Kartasasmit (Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Read More : 2 Remaja Tenggelam Terseret Arus Sungai Biring Jene, 1 Tewas

Pertemuan pers berlangsung ketika kepemimpinan nasional Golkar (RAPIMNAS) adalah pertemuan di Pusat Kongres Jakarta (JCC), Senayan, Selasa (20.8.2014).

Awalnya, kru media mencari undang -undang Partai Golkar (AD/Art), yang mengatur posisi Dewan Pengawas, yang dibahas pada Konferensi Nasional Golkar (Konferensi Nasional) ke -11. Kemudian Agus menjawab dengan suara terkejut.

“Dewan pada dasarnya dibahas di Konferensi Nasional. Saya tidak mengerti mengapa rekan -rekan media ini meminta Dewan Pengawas, jenis nasihat kepada Partai Golkar tidak ada di sana,” kata Agus.

Agus menekankan bahwa perdebatan tentang iklan/seni di jabatan dewan akan diadakan di Konferensi Nasional Golkar. Dia menjelaskan bahwa Golkar memiliki banyak penasihat dalam struktur organisasi.

“Sekarang Partai Golkar memiliki Dewan Pengawas, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, Dewan Etika dan Dewan Penasihat.

Diketahui bahwa desas -desus bahwa Jokowi akan menjadi anggota Dewan Pengawas Partai Golkar. Dikatakan bahwa Jokowi telah masuk setelah Bahlil Laadalia diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Golkar.

Read More : Ungkap Kondisi Terkini Lolly setelah Dititipkan ke Rumah Aman, Nikita Mirzani: Keluar dari Lingkaran Setan

Jokowi memiliki kesempatan untuk menjadi anggota Dewan Pengawas Golkar, sebagai iklan/seni partai, yang memiliki pohon beringin, tidak melarang partai eksternal sebagai anggota Dewan Pengawas.

Ketua Komite Kontrol Rapimnas dan Golkar XI. Konferensi Nasionalnya, Adies Kadir, tidak menolak kesempatan untuk menjadi anggota Dewan Pengawas. Namun, nama Jokowi bukanlah perselisihan untuk menjadi kandidat bagi Dewan Pengawas.

“Jika dewan pengawas biasanya merupakan kader partai Golkar, yang biasanya lebih tinggi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *