Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan penerapan sistem pembayaran contactless atau multi-lane free (MLFF) tidak akan berdampak pada peningkatan jumlah masyarakat yang membayar.

Read More : Unggul dari Airin Rachmi-Ade Sumardi di Quick Count Pilgub Banten, Andra Soni: Insyaallah Menang!

Basuki mengatakan Badan Usaha Jalan Jol (BUJT) tidak akan mengusung penerapan MLFF. Dengan kata lain, hal ini tidak akan mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

“Jadi kalau ada MLFF atau SLFF (salah satu cara berjalan gratis), tidak ada beban bagi BUJT. Tidak ada beban bagi pekerja. Sistemnya berubah dari uang menjadi tekanan, sekarang di SLFF. Jadi begitu ada hubungannya dengan itu.

Selain itu, RUU MLFF sudah memiliki besaran tersendiri, baik lunak maupun perubahan inflasi. Jadi tidak ada kaitannya, tidak ada kaitannya dengan masalah tarif ini, kata Basuki.

Pemerintah akan segera menerapkan MLFF. Demikian keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Mei 2024.

Undang-undang tersebut mencakup penerapan sistem pembayaran nontunai atau MLFF. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk mendaftarkan kendaraannya langsung melalui aplikasi.

Read More : Maskapai Penerbangan di Asia Hentikan Sementara Penerbangan ke Bali Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Dalam Pasal 67 ayat (2) PP tersebut, layanan MLFF disebut sebagai teknologi nonstop, tanpa kontak finansial dan termasuk dalam sistem pemungutan pembayaran elektronik yang dibuat oleh Menteri PUPR.

Pasal 105 PP tersebut berbunyi, “Pegawai wajib mendaftarkan kendaraan bermotornya melalui permohonan teknis nonkeuangan yang disetujui Menteri,” kata Minggu (26/5/2024).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *