MALANG, Peridasadu.com – Kasus pasien yang diduga melecehkan pasien yang telah menarik nama dokter dengan Y asli dari Rumah Sakit Persada Malang kini telah memasuki tahap baru. Setelah merujuk pada pasien dengan QAR awal (32) dari Jawa Barat, Dr Y membantah tuduhan oleh pengacaranya.

Read More : 4.000 Jemaah dari 120 Negara Jalani Iktikaf di Masjid Nabawi

Melalui penasihat hukum Alvi Aalu, Dr Yi benar -benar mengatakan kepada akun Instagram Qar dengan Kepolisian Kota Malang. Tokd “Kasus pelecehan itu tidak benar. Pelanggan kami diumumkan pada 15 April, mengumumkan Instagram @Qorryauliarachmah,” katanya kepada wartawan pada hari Jumat (2/5/2025). Proposal

Alvi mengakui bahwa pada tahun 2022 pelanggannya memeriksa Qar. Namun, dia bilang dia bersama pacar dengan pasien saat itu.

“Kita tidak tahu bahwa dia adalah teman, kekasih atau siapa, tetapi dia masuk selama percobaan,” dia menjelaskan kasus bahwa dia telah melecehkan pasien secara seksual di Rumah Sakit Bersada.

Meskipun tidak ada perawat dengan ruang belajar, Alvi menekankan bahwa keberadaan saksi pria mungkin menjadi bukti yang kuat. Dia juga memiliki dasar CCTV, dan ingin melaporkan pasangan ke polisi. Laporkan intimidasi korban

Di sisi lain, pengacara Qar, Satriya Marwan, mengevaluasi bagian belakang Dr. Yi sebagai bentuk intimidasi korban kekerasan seksual. “Ini mungkin panutan yang buruk dan menakutkan bagi para korban lain yang ingin berbicara,” katanya.

Read More : Menko Airlangga Teken Kerja Sama Blue Ekonomi Indonesia-RRT, Disaksikan Presiden Prabowo dan Xi Jinping

Chhatriya mengatakan partainya siap untuk mengikuti proses hukum dan akan bekerja sama. “Kami yakin bahwa kebenaran terungkap dalam proses hukum saat ini,” pungkasnya.

Kasus -kasus yang diduga melecehkan pasien dokter Y di Rumah Sakit Bersada adalah masalah umum. Penyebab masalah parah dengan keselamatan pasien dan mengelola kasus kekerasan seksual di bidang medis.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *