Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu program kerja yang dibuat oleh kepemimpinan Katolik di seluruh dunia, Paus Franciscan di Gereja Katedral Jakarta, Gerakan Pemuda Dunia, Scholas – Enensissen, di Graha Pemuda, Jakarta. Terlihat, Menteri Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pendidikan dan Budaya Nadiem Anwar Makarim juga menghadiri acara tersebut.

Read More : Nasdem Tak Setor Nama Menteri untuk Kabinet Prabowo

Sebelum dialog ditutup, presenter Luhut meminta untuk menyirami pohon bakau untuk menyiram dengan Paus Francis. Luhut maju ke depan, lalu dia berjabat tangan dan mencium tangan Paus Francis.

Paus Francis dan Luhut juga saling berbicara. Kemudian Paus Francis memberkati biji pohon bakau dan menyirami benih pohon bakau yang ditempatkan di dekat kursinya.

Pohon bakau adalah simbol perdamaian dan dimaksudkan untuk memberikannya sebelum Forum Keberlanjutan Internasional (ISF) dibuka. Pada kesempatan itu, Luhut memberikan sesuatu kepada Paus Francis dan kemudian kembali ke kursi.

Sebelumnya, dialog Paus Franciscus dengan anak -anak dari Scholas. Anak -anak menerjemahkan kenyataan, pendapat, dan pertanyaan dari Paus Francis tentang masalah perang, toleransi, perbedaan dan persatuan.

Read More : Apakah Sistem Penilaian UTBK SNBT 2025 Gunakan IRT? Ini Penjelasannya

Scholas adalah gerakan pendidikan internasional yang diluncurkan oleh Paus Francis di seluruh dunia pada tahun 2013. Paus Francis memulai gerakan anak muda untuk mencapai perubahan sosial melalui pelatihan ini sebelum ia ditunjuk sebagai pemimpin atas Gereja Katolik.

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *