Banyuwangi – Beritasatu.com – Dewan Uleme Indonesia (MUI) Banyuwangi Regency mengeluh publik untuk tidak menggunakan sistem suara atau suara Horeg sebagai alat konstruksi komunitas di Dawn Ramadan 1446 AD AD

Read More : Anggaran Kementerian BUMN Dipangkas, Erick Thohir: Kita Lakukan Sebisa Mungkin

Larangan ini bertujuan untuk diisi dengan kegiatan yang berguna dan tidak mengganggu ketertiban umum. Ketua MUI Banyuwangi Kh Muhaimin Asimuni mengklaim Ramadhan harus memenuhi ibadat dan nilai -nilai nilai positif. Larangan penggunaan sound hore diharapkan untuk menciptakan suasana Ramadhan yang lebih banyak dan lebih tenang. 

Baca juga: Selamat datang di Ramadan 2025, penduduk sampo Babakan di Cisadan Rijeka “Kita harus menghiasi Ramadhan ini dengan ibadat dan hal -hal yang bermanfaat. Jangan bermanfaat dan mengganggu ketertiban umum,” kata Kh Muhaimin Asimuni, Kamis (27.3.2025). Mui Banyuwangi memanggil orang untuk mengubah kebiasaan makan untuk mengintip yang lebih baik, seperti melalui pembicara masjid atau metode lain yang tidak menyebabkan kebisingan. “Kami ingin Ramazan 2025 menjadi lebih bermakna dan penuh berkat. Kami mengisi kegiatan yang bermanfaat, seperti Tadarus al-Qur’an, doa malam dan pekerjaan ibadah lainnya,” kata Kh Muhaimin Assimuli. Selain Sound Horeg, Kiai Muhaimin, yang juga seorang pengasuh mambaulula hikam boarding Islam, Popong, Cobber, menunjukkan penggunaan media lain yang dapat mengganggu ketertiban umum selama Ramadhan. Ini termasuk penggunaan penutur atau terlalu dari tempat ibadah yang berlebihan. 

Baca I: Ramadan 2025, Transjab yang lewat untuk berbunyi dengan cepat di “Ramasan Post Tujuan yang harus dibuat untuk pengabdian kami pada SWT, dan mengkhotbahkan keagungan Ramadhan dan pembelajaran Islam,” kata Kh Muhaimin Asimuni. Selain itu, Kiai Muhaimin mendorong masyarakat untuk berhubungan dengan Kementerian Agama dalam penggunaan pembicara di masjid dan musik selama Ramadhan 2025. Tahun. Mereka adalah surat edaran kepada Menteri untuk penggunaan pendukung di masjid dan musik. “Sebagai Tadarus selama Ramadhan. Harap ambil, tetapi jika 22:00 WIB, cukup gunakan pembicara. Itu tidak boleh disiarkan melalui speaker di menara,” kata Kiai Muhaimin menyambut Ramadhan 2025.

Read More : Penutupan 343 TPA Open Dumping: Akhir Era Sampah Menggunung?

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *