Jakarta, Baritasato.com – Keluarga itu menuntut kematian Azra Vilvangko (22) dari para siswa Indonesia (Yuki) untuk memeriksa polisi metro Jakarta timur sehingga tidak ada insiden seperti itu.
Read More : Stok Beras Tertinggi dalam 57 Tahun, Kinerja Mentan Diapresiasi DPR
Ini diluncurkan oleh sepupu almarhum Kenzha, Parisi Tania Tio, yang mewakili keluarga korban Manado ketika dia melihat kasus kematian siswa Inggris.
“Harapan kami adalah bahwa seluruh kejadian benar -benar sedang berlangsung dan orang -orang yang terlibat dan juga dari VK, di mana tempat ini adalah saksi diam sepupu saya, kematian sepupu saya, yang merupakan yang paling Bonatot,” kata kompleks Inggris, Kavang, Jakarta Timur (3/26/25) setelah konferensi pra -konstruksi.
Pujian mengatakan bahwa orang tua dari almarhum Kenya khawatir tentang kematian anak mereka. Orang tua Kinzha ingin kematian siswa Inggris dengan jelas terungkap.
Dia menjelaskan: “Ini adalah masalah pada hari kedua Kenzh, di mana jalur polisi dibatalkan. Ketika insiden di Inggris, tempat Kenzha belajar.”
Price juga menyesali Kenzha mengatakan kepadanya bahwa dia telah meninggal karena alkohol, meskipun tidak ada lagi tes seperti itu.
Sementara itu, Kansa Azra diorganisasi di daerah Perpustakaan Inggris sebelum pembangunan persidangan kematian para siswa Inggris, saksi -saksi polisi menunjukkan sekitar 70 adegan.
Komisaris Kepala Polisi Metro Jakarta Timur Nicholas Ari Lilpali mengatakan bahwa konstruksi sudah diselenggarakan untuk perlunya penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah kematian Kenzha terkait dengan pelaku.
Read More : Harga Minyak Naik karena Melambatnya Manufaktur AS dan Harapan Penurunan Bunga
Polisi memberikan saksi, seperti siswa, kampus dan keamanan Inggris dalam pekerjaan konstruksi yang dimulai pukul 2 malam. Web di 5.111111 Wibks.
Dalam konstruksi sebelum konstruksi, skenario ini dimulai dengan yang terkena dampak dan saksi dari kampus dan membeli alkohol. Kemudian pria yang terkena dampak membawa minuman di sisi gedung kebugaran.
Adegan berikutnya dari korban dan rekannya siswa Inggris pergi ke Gizbo untuk Perpustakaan Inggris, kemudian ada perselisihan di antara mereka. Saksi juga menunjukkan leher dan menabrak wajah korban.
Hasil pra -konstruksi kematian seorang siswa Inggris nantinya akan diselidiki oleh para ahli untuk mencari tahu apakah ada tindakan kriminal.