JAKARTA, BERITASATU.COM – Menanggapi mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Ezra Walankko (22) ditemukan tewas setelah minum di lingkungan kampus (alkohol), rektor mengambil sikap yang kuat.
Read More : Olimpiade Paris 2024: Pedayung La Memo Rebut Posisi 5, Pelatih Memuji
Wakil Sekretaris Jenderal Uki Hulman dari akademik dan inovasi Panjaitan mengatakan dia telah mengevaluasi departemen Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Inggris dan pasukan keamanan atau keamanan kerja.
“Ketika ditanya bahwa kampus menyerah memakan minuman keras, karena kasus ini merupakan penilaian langsung. Oh dan kami segera menyerukan keamanan,” Hulman Panjaitan menjelaskan pada konferensi pers di UKI, Ida -Jarka, Rabu, Rabu (3/26/26/26/2025).
Hulman menekankan bahwa partainya tidak akan mentolerir warganya yang makan alkohol di kampus. Dia menekankan bahwa UKI tidak menunda memberikan saksi kepada penduduk kampus yang melanggar aturan Ordo. Sanksi adalah pemecatan surat peringatan.
“Jadi itu telah mengirim atau ditegakkan sanksi untuk siswa yang telah ditemukan di kampus untuk membuat alkohol atau makan. Sanksi yang paling sulit pasti akan ditolak,” jelasnya.
Polisi Metro East -Jakarta telah menyelenggarakan kasus mantan siswa Inggris sebelumnya di selokan di halaman Perpustakaan Kampus untuk mendapatkan informasi Anda. Tim peneliti menduga bahwa kematian itu disebabkan oleh penganiayaan kriminal.
Read More : Takluk di Dortmund, Luis Enrique Optimistis PSG Menang di Paris
Nicolas Ary Lilipy, Kepala Polisi Metro East -Jakarta, mengatakan dia telah menyelesaikan sekitar 70 adegan selama pekerjaan pra -konstruksi. Dia menjelaskan bahwa kegiatan konstruksi diperlukan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan partisipasi atau tidak adanya kejahatan dalam kasus ini.
Proses pra -struktural memakan waktu sekitar tiga jam. Selain saksi yang tahu kasus ini, perwakilan keluarga juga hadir untuk memantau struktur pra -konstruksi kasus siswa Inggris setelah makan alkohol.