Johor Bahru, Beritasatu.com – Sebuah kantor polisi Malaysia di pinggiran Johor Bahru diserang oleh seseorang yang diduga anggota kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI) pada Jumat (17/05/2024) dini hari. Dua polisi tewas dan satu orang lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Read More : Mantan Pesinetron Mega Putri Aulia Unggah Video Sambil Menangis, Ada Apa?
Tersangka penyerang tewas dalam baku tembak dengan polisi. Polisi Malaysia menangkap tujuh terduga teroris JI terkait penyerangan tersebut.
Diketahui, penyerangan di Polsek Ulu Tiram Johor terjadi pada pukul 02.30 dini hari waktu Malaysia. Ulu Tiram adalah kota pinggiran yang terletak 20 km dari kota Johor.
Kelompok JI dianggap berafiliasi dengan Al Qaeda, kelompok teroris yang melakukan serangan 11 September di Amerika pada tahun 2001.
Kelompok ini juga bertanggung jawab atas beberapa serangan teroris paling mematikan di Indonesia, termasuk bom Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang.
Pemimpin spiritual JI, Abu Bakar Bashir, mendirikan sekolah atau madrasah agama di Ulu Tiram, Johor dengan nama Lokmanul Hakim pada awal tahun 1990-an. Lokasi di Kampung Ulu Tiram hanya berjarak 100 meter dari rumah pelaku penyerangan kantor polisi.
Madrasah tersebut dikunjungi oleh Nordin M Top, tersangka dalang penyerangan hotel di Jakarta tahun 2009, dan militan JI lainnya, Mokhlas, yang merupakan bagian dari bom Bali tahun 2002.
Meskipun serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran keamanan di Malaysia, para pakar keamanan mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah insiden tersebut telah menyebabkan kebangkitan sel-sel teror di Johor.
Read More : WFP Sebut Kelaparan Massal Terjadi di Gaza Utara
Pakar ekstremisme Munira Mustafa, pendiri perusahaan konsultan keamanan Chaseur Group, mengatakan kepada CNA bahwa informasi yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri pada hari Sabtu menunjukkan bahwa masyarakat harus berhati-hati untuk tidak menyebut insiden tersebut sebagai serangan dan menunggu penyelidikan polisi sebelum mengambil kesimpulan. .
Baca Juga: Kantor Polisi Johor Serang Menteri Dalam Negeri Malaysia: Penjahat Lone Wolf, Jarang Sosialisasi “Ini bukan masalah yang perlu dikhawatirkan. Ini adalah insiden yang terisolasi,” kata Munira.
โKita tidak bisa menyebutnya sebagai serangan teroris sampai kita tahu apa pesannya,โ lanjutnya.
Munira mengatakan, pemeriksaan lebih lanjut kemungkinan besar akan mengungkap lebih banyak motif tersangka.