Lombok Barat, Beritasatu.com- Sebanyak 12 sapi untuk pengorbanan Idlant 1446 Dead Hijri diduga ditahan di beberapa truk yang terjebak sehari di Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Read More : Rizieq Syihab Bebas Murni
Lebih dari 200 truk pengangkut sapi dari asuransi, DOMP, dan area lain di NTB ditahan di Gili Mas Port karena kekurangan kapal. Sapi dirancang untuk diperkenalkan ke berbagai daerah termasuk Jabodetabek untuk memenuhi kebutuhan hewan pengorbanan.
Ratusan sapi lainnya sekarang dalam suasana hati yang buruk karena panjang truk. Itu membuat pemilik sapi khawatir. Dengan tidak adanya kapal tambahan, truk mungkin terperangkap untuk waktu yang lama dan sapi dapat segera mati.
Saat ini hanya ada satu kapal besar di Gili Mas Port dengan sekitar 50 truk dan jadwal keberangkatan yang tidak dapat disangkal. Kapal kecil dengan kapasitas 17 truk tidak dapat mengungkapkan peralatan ternak yang berat.
Truk sapi harus diperoleh oleh penumpang, bus, dan truk peralatan lain yang telah diperoleh untuk naik kapal yang terletak di Gili Mas.
Di bawah sinar matahari dan malam yang dingin, petani dari berbagai sudut NTB harus tidur di Port Gili Mas dan pangkalan sementara. Mereka dengan jujur menyimpan ternak yang telah mereka kumpulkan selama berbulan -bulan.
“Sapi -sapi ini bukan hanya binatang bagi kita, ini adalah harapan hidup, kita menjaga sulit, kadang -kadang penting untuk membeli padang rumput dari makanan kita sendiri.
Ketua Asosiasi Asuransi Indonesia dan pedagang sapi Furiang Saangiang mendesak Gubernur NTB Muhamad Iqbal untuk campur tangan untuk menyelesaikan masalah lembu jantan untuk mengangkut berbagai wilayah.
“Kami tidak meminta uang, kami hanya meminta kapal, kami meminta pemerintah, terutama gubernur, tolong bantu, ini adalah Idul Fitri hanya seminggu, ini adalah waktu yang paling penting,” katanya.
Situasi yang menyedihkan ini tidak hanya meninggalkan cedera serius kepada para petani, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi rakyat di NTB.
Sapi yang seharusnya menjadi komoditas para korban untuk memenuhi tuntutan Jabodetabek dan kota -kota besar lainnya di Indonesia sekarang terancam oleh kegagalan.
Read More : Desain Tesla Robotaxi Cybercab dengan 2 Tempat Duduk Dianggap Membingungkan
Jika ini berlanjut, maka kerugian yang ditimbulkan oleh petani dapat mencapai ratusan juta rupee.
“Bayangkan, banyak dari kita memiliki fase bank. Sapi -sapi ini berharap untuk melunasi hutang, membeli beras, seragam sekolah anak -anak. Menyanyikan minuman di truknya terjebak di Gili Mas Port, Paper, West Lombok, NTB karena kurangnya kapal, Sabtu (19/4/2025).
Furgiang mengatakan NTB dikenal sebagai salah satu pendukung utama pengorbanan negara itu. Namun, penolakan terhadap masalah umum dalam sistem kapal kecil untuk transportasi sapi terus diulang setiap tahun sebelum idola.
“Jika ini terus ditinggalkan, tahun depan mungkin ada lebih banyak petani dalam asuransi dan DOMPE. Ini bukan masalah bisnis, ini adalah masalah hidup atau kematian petani kecil,” kata Firan.
Pemilik pengorbanan yang terjebak di pelabuhan Gili Mas sekarang dapat mengangkut kapal mereka sebelum situasi meningkat. Mereka meminta kapal khusus di depan seorang idulator untuk membawa pengorbanan NTT ke berbagai wilayah.
Kepala Kantor Kesehatan Hewan dan Hewan (Disnaswanwan) NTB Muhammad Riadi memutuskan untuk sementara waktu menangguhkan publikasi transportasi ternak. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan truk dan mencegah konsentrasi tinggi sapi di pelabuhan Gili Mas.
“Sudah ada kesepakatan, pengiriman tinggi 55 tronon tinggi, tetapi sebenarnya semuanya bergerak tak terkendali, jadi saya meninggalkan hingga 8.000 ekor sapi ini,” jelas Riadi.
Riadi juga menunjukkan peningkatan transportasi ternak dibandingkan tahun -tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah truk dari asuransi harus dibatasi hingga 40 unit, serta 15 unit dari DOMP, dan Sumbawa, dan jadwal pengiriman direncanakan setiap dua hari sesuai dengan jadwal kedatangan kapal.