JAKARTA, Beritasatu.com – The Supratman of the Minister of Law (Menkum) Andy Aga was forced to get out of his car when he was blocked by University of Trisacti students who appeared by refusing to review 34 law of 2004 related to TNI Ruu) in Parliament, Parliamentary Complex, Senayan, Jakarta (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3 (3

Read More : Ribuan Jemaah Banjiri Masjid Istiqlal Peringati Isra Mikraj 2025 Malam Ini

Pada awalnya, supratman yang mengendarai mobil Black Alphard siap memasuki kompleks gedung DPR melalui gerbang Pancasila. Namun, ternyata para demonstran berada di pintu belakang gedung Parlemen dan segera memblokir mobil yang mengendarai Supratman.

Mereka meminta Supratman untuk keluar dari mobil. Sementara itu, dua asisten Supratman ditemukan turun lebih dulu untuk mencapai aksi.

Namun, para demonstran masih mengabaikan dua asisten Supratman dan bahkan memaksanya untuk keluar dari mobil resminya.

“Turun dulu, turun lebih dulu,” teriak para demonstran.

Mereka juga melepas pelat mobil tempat supratman naik. Selain itu, mobil polisi juga mulai patual.

Kemudian, Supratman keluar dari mobilnya dan pergi ke gerbang Pancasila dengan para demonstran.

Sebelum Gerbang Pancasila, siswa mengirimkan tuntutan mereka, terutama penolakan untuk mengevaluasi hukum karena dianggap mengkhianati semangat reformasi dan mencoba merevitalisasi perubahan militer.

Read More : Brigjen TNI Elphis Rudy Murka Keponakannya Kompol Ryanto Ditembak, Sebut AKP Dadang Pengkhianat

“Dan sekarang ini adalah supratman kecil, dia mengatakan dia menerima kritik dan sikap kami, saya harus mengatakan bahwa siswa Trisakt akan terus menolak. Kami tidak akan memiliki audiensi, kami tidak ingin duduk dengan anggota DPR di dalam, tetapi kami akan terus menolak,” kata koordinator tindakan.

Pada kesempatan itu, Supratman mengatakan partainya mengakui apa yang diminta siswa. Dia berjanji untuk meneruskan permintaan ini kepada pemerintah dan parlemen.

“Saya akhirnya bertemu dengan teman -teman presiden mahasiswa dan semua anggota Universitas Trisacti. Semua permintaan terkait dengan diskusi Bill Tni yang saya dengar,” kata Supratman.

“Oleh karena itu, beri saya kesempatan untuk menjadi Menkum untuk berbicara dengan pemerintah, bersama dengan kepemimpinan DPR, dengan anggota Komisi I, dan akhirnya saya akan kembali untuk menjelaskan apa yang diminta semua teman,” simpul Supratman.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *