Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Iklim dan Geofisika (BMKG) dengan fenomena Lanina yang lemah. Fenomena ini diperkirakan akan memperkuat air hujan sebesar 20% -40% dan berlangsung hingga Maret atau April 2027.
Read More : Mendag Bantah Permendag Nomor 8 Tahun 2024 Jadi Alasan Sritex Pailit
Lanina sendiri adalah gangguan cuaca global yang terjadi lebih dari Samudra Pasifik.
Tn. Dwikora Karnaawati karnaawati karnaawatati, yang merujuk ke kepala, dataran tinggi, “disebutkan Senin,”
Dwikita menambahkan bahwa Lanina dapat membuat bencana Air Suite, tanah longsor, tanah longsor, angin kencang dan badai. Dia juga mengingatkan kita tentang kemungkinan hujan hujan, terutama dalam tegangan baru dengan ledakan.
Analisis BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2025 mengalami 1.000-5.000 mm dalam kategori normal. Diperkirakan sekitar 67% dari wilayah tersebut mengalami hujan (lebih dari 2.500 mm per tahun), dan 15% dari pengalaman teratas. Hanya 1% dari daerah regional regional yang berspekulasi untuk curah hujan normal.
Read More : 3 Paslon Pilgub Jakarta Siap Hadapi Debat Kedua
Terlepas dari risiko bencana, Dwikorita mengatakan fenomena Lancina juga memberikan peluang positif jika berurusan dengan benar. Curah hujan yang tinggi dapat digunakan untuk mendukung ketahanan pangan, air, dan energi.