BALIKPAPAN, BERITASATU.COM – MASSQUE VELIKA AL -ALE Di kota Balikpan, Kalimantan timur, adalah saksi yang tenang untuk kisah sejarah Islam di kota Balikpan.
Read More : Menolak Jadi Menteri Prabowo dan Gibran, Hotman Paris: Gue Nanti Enggak Bisa Joget Lagi
Masjid, yang terletak di daerah Jalan Latch Superpto, menginvestasikan distrik Balikpan, sebenarnya didirikan pada 1920 -an. Awalnya, masjid ini hanyalah masjid kecil ketika seorang pedagang datang ke Balikpapan untuk membeli rempah -rempah dan tanaman lainnya. Kedatangan pedagang ini telah memimpin pengajaran di Islam di wilayah Balikpan.
Awalnya, Surau al-Aala harus menampung hanya kurang dari 20 penggemar. Tetapi ketika jumlah pedagang dan pergi dengan Islam meningkat, masjid ini tidak lagi dapat menerima koleksi. Akhirnya, masjid itu direnovasi di sebuah masjid yang dapat digunakan untuk melakukan doa pada hari Jumat untuk pertama kalinya.
Sekarang masjid Al-Aala Besar dapat menampung hingga 3.000 berdedikasi. Bangunan masjid ini melewati berbagai tantangan sejarah, termasuk kolonialisme dan revolusi, tetapi masih kuat. Beberapa peristiwa utama, seperti bom yang ditolak oleh kapal Belanda pada tahun 1942. Tahun -tahun dan rumah -rumah yang terbakar di PKI pada tahun 1965. Tahun -tahun, gagal merusak masjid ini.
Sekretaris Komite Manajemen di Al-ale, Asus, menjelaskan bahwa masjid itu dikelola oleh generasi keempat keluarga yang mempertahankan keberlanjutan dan integritas masjid.
“Masjid ini berasal dari sebelum pembentukan kota Balikpan, jadi lebih dari seratus tahun,” kata Asuvan kepada wartawan pada hari Jumat (28.2.2025).
Read More : Bentrokan Sunni dan Syiah di Pakistan, 32 Orang Tewas
Asuvan berbicara tentang peristiwa penting yang terjadi sebelumnya, seperti ketika masjid membom kapal Belanda pada tahun 1942. Meskipun bom itu mendarat di masjid, bom itu tidak mengeksplorasi. Demikian pula di era PKI, meskipun rumah -rumah itu membakar rumah -rumah di sekitar masjid, masjid tetap padat dan tidak lebih buruk sama sekali.
Selama bulan Ramadhan, masjid Al-Aala yang besar masih digunakan sebagai Muslim untuk menyembah Musikpan. Masjid ini membuat doa Taraviih di masyarakat dan memberikan 500 bagian untuk dipecahkan dengan cepat untuk persekutuan setiap hari.
Saat Anda mengunjungi Kalimantan Timur, jangan lewatkan Anda untuk mengunjungi Masjid Besar Balikpapan al-Aala sebagai tujuan wisata keagamaan, terutama di bulan Ramadhan.